Ada Kabar Pengendali Bakal Divestasi Saham, Ini Respons SIDO

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) angkat bicara mengenai kabar divestasi saham sebesar USD 1 miliar.

Diterbitkan 20 Januari 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai kabar divestasi sebagian saham.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (20/1/2026), Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Budiyanto menyampaikan perseroan tidak menerima informasi, pemberitahuan maupun konfirmasi dari PT Hotel Candi Baru selaku pemegang saham pengendali terkait adanya rencana divestasi saham sebagaimana diberitakan.

"Sehubungan dengan tidak adanya rencana divestasi yang diketahui oleh perseroan, maka tidak terdapat latar belakang atau pertimbangan yang dapat dijelaskan oleh perseroan, serta saat ini perseroan fokus pada peningkatan kinerja operasional dan kinerja keuangan,” ujar dia.

Ia mengatakan, perseroan tidak memiliki informasi mengenai estimasi timeline proses divestasi sebagaimana diberitakan. Perseroan juga menegaskan tidak terdapat informasi lebih lanjut yang dapat disamoaikan terkait rencana divestasi yang dimaksud.

“Hingga saat ini, tidak terdapat rencana aksi korporasi yang material dalam periode 12 bulan ke depan yang berkaitan dengan pemberitaan dimaksud,” ujar Budiyanto.

Ia mengatakan, apabila pada kemudian hari terdapat informasi atau aksi korporasi, perseroan akan menyampaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Sesuai dengan hal yang telah kami sampaikan, tidak terdapat informasi atau transaksi yang bersifat material dan dapat mempengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham perseroan,” kata dia.

Pada perdagangan saham Selasa, 20 Januari 2026 sesi kedua, saham SIDO melemah 0,91% ke posisi Rp 545 per saham. Harga saham SIDO dibuka stagnan di posisi Rp 550 per saham. Saham SIDO berada di level tertinggi Rp 550 dan level terendah Rp 540 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.693 kali dengan volume perdagangan saham 106.702 saham. Nilai transaksi Rp 5,8 miliar.

Berdasarkan data BEI, pemegang saham perseroan antara lain PT Hotel Candi Baru sebesar 77,6%, David Hidayat sebesar 0,03%, Johan Hidayat sebesar 0,01%, saham treasury sebesar 1,88% dan masyarakat sebesar 20,48%.

Dividen Interim

Sebelumnya, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 647,57 miliar.

Dividen yang akan dibagikan perseroan tersebut sebesar Rp 22 per saham. Pembagian dividen interim Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul ini sesuai keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 29 Oktober 2025. Demikian mengutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, (31/10/2025).

Adapun Perseroan membagikan dividen interim 2025 berdasarkan data keuangan per 30 September 2025 antara lain:

  • Laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 818,54 miliar
  • Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 1,51 triliun
  • Total ekuitas sebesar Rp 3,41 triliun

Berikut jadwal pembagian dividen interim perseroan:

  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 10 November 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 11 November 2025
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 12 November 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 13 November 2025
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 12 November 2025 pukul 16.00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 20 November 2025

 

Bakal Buyback Saham

Sebelumnya, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham sebesar 103.703.000 saham SIDO. Jumlah saham yang di-buyback itu setara 0,35% dari total lembar saham yang telah dikeluarkan oleh perseroan.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (23/9/2025), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk  akan buyback saham selama tiga bulan mulai 23 September 2025 hingga 22 Desember 2025.

Adapun Perseroan membatasi harga pembelian kembali saham hingga maksimal Rp 760 per saham dengan tetap memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023.

“Perseroan melakukan pembelian kembali saham dengan pertimbangan harga saham Perseroan saat ini belum mencerminkan harga yang wajar berdasarkan kinerja Perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan akan menyimpan saham yang telah dibeli kembali sebagai saham treasuri. Untuk buyback saham SIDO ini, Perseroan memperkirakan dana Rp 56 miliar yang merupakan sisa biaya pembelian kembali saham sesuai keterbukaan informasi 20 Maret 2025 dan 20 Juni 2025.