Prajogo Pangestu Beli 3 Juta Saham BRPT

Prajogo Pangestu kini mengenggam 66,90 miliar saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Diterbitkan 19 Januari 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengusaha sekaligus pemegang saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Prajogo Pangestu menambah kepemilikan saham BRPT pada pertengahan Januari 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/1/2026), Prajogo Pangestu membeli 3 juta saham BRPT dengan harga Rp 2.830 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi pembelian saham BRPT mencapai Rp 8,49 miliar.

“Tujuan transaksi investasi, status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian, Prajogo Pangestu memiliki 71,36% atau setara 66,90 miliar saham BRPT. Sebelumnya, Prajogo Pangestu mengenggam 71,36% atau setara 66,89 miliar saham.

Pada penutupan perdagangan saham Senin, 19 Januari 2026, harga saham BRPT naik 4,24% ke posisi Rp 2.950 per saham. Harga saham BRPT dibuka stagnan di posisi Rp 2.830 per saham. Saham BRPT berada di level tertinggi Rp 3.030 dan terendah Rp 2.780 per saham. Total frekuensi perdagangan 34.000 kali dengan volume perdagangan saham 1.516.340 saham. Nilai transaksi Rp 443 miliar.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham BRPT melemah 5,45% dalam lima hari terakhir. Sepanjang 2025, harga saham BRPT meroket 213,83%.

Kinerja IHSG

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat signifikan pada sesi kedua perdagangan saham Senin pekan ini. IHSG hari ini ditutup ke level tertinggi baru di tengah transaksi harian saham mencapai Rp 35,9 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 0,64% ke posisi 9.133,87. Indeks saham LQ45 melonjak 00,41% ke posisi 893,12. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

 

Kata Analis

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksano menuturkan, IHSG ditutup naik 0,64% dan masih didominasi oleh volume pembelian.

“Pergerakan IHSG cenderung fluktuatif pada hari ini dan sempat mencapai area koreksi yang kami sampaikan pada report teknikal, pergerakannya terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan juga mayoritas bursa global,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, pergerakan IHSG hari ini didorong sektor saham consumer siklikal dan emiten-emiten perbankan kapitalisasi besar. Adapun nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS, Herditya menilai, hal itu didorong gejolak internal. “Di mana kita ketahui defisit fiskal mendekati 3% dan juga gejolak eksternal dari ancaman tarif tarif impor AS,” kata dia.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.133,87 dan level terendah 9.025,99. Sebanyak 316 saham melemah sehingga bebani kenaikan IHSG. 377 saham menguat sehingga angkat IHSG. 100 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.935.576 kali dengan volume perdagangan saham 85,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 35,9 triliun.

Sektor Saham

Kenaikan nilai transaksi itu seiring di pasar negosiasi, transaksi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencapai Rp 6,9 triliun. Di pasar negosiasi, saham BUMI turun 24,89% ke posisi Rp 350 per saham. Total frekuensi perdagangan sebanyak 13 kali dengan volume perdagangan 1.821.028.000. Harga saham BUMI berada di level tertinggi Rp 450 dan terendah Rp 350 di pasar negosiasi.

Sektor saham bervariasi pada awal pekan ini. Sektor saham consumer siklikal bertambah 2,45% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi melompat 0,96%, sektor saham industri menanjak 0,29%, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,72%. Lalu sektor saham properti menguat 0,22% dan sektor saham infrastruktur bertambah 0,90%.

Sementara itu, sektor saham transportasi turun 1,23% dan catat koreksi terbsar. Sektor saham basic susut 0,15%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,86%, sektor saham keuangan susut 0,17%, sektor saham teknologi turun 0,28%.