Bursa Saham Asia Pasifik Dibuka Beragam Hari ini 16 Januari 2026

Intip pergerakan saham di sejumlah saham di bursa Asia Pasifik hari ini 16 Januari 2026.

Diterbitkan 16 Januari 2026, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan beragam pada hari Jumat. Hal ini berbeda dengan reli di Wall Street Amerika Serikat (AS) yang dipicu oleh saham-saham perusahaan chip dan perbankan.

Dikutip dari CNBC, Jumat (16/1/2026), indeks saham Nikkei 225 Jepang turun 0,41%, memperpanjang kerugian dari perdagangan Kamis. Sementara indeks saham Topix yang lebih luas turun 0,42%.

Indeks saham Kospi Korea Selatan naik 0,3%. Sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 0,21%.

Indeks S&P/ASX 200 Australia  naik 0,22%. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 27.150, lebih tinggi dari penutupan terakhir HSI di 26.923,62.

Saham-saham semikonduktor AS memimpin kenaikan setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. membukukan rekor kuartal lainnya, dan menyatakan bahwa mereka memperkirakan  akan meningkatkan belanja modal pada tahun 2026  menjadi antara USD 52 miliar dan USD 56 miliar.

 Investor di Asia mengamati saham-saham terkait chip setelah AS mencapai kesepakatan perdagangan dengan Taiwan. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, perusahaan semikonduktor Taiwan setuju untuk menginvestasikan setidaknya USD 250 miliar dalam kapasitas produksi AS sebagai imbalan atas penurunan tarif “timbal balik”. 

Saham-saham bank AS juga naik setelah serangkaian laporan pendapatan triwulanan terbaru. Saham Goldman Sachs naik lebih dari 4% setelah laba kuartal IV 2025 melampaui perkiraan Wall Street. 

Morgan Stanley Saham tersebut melonjak hampir 6% setelah unit manajemen kekayaannya berkontribusi pada  peningkatan pendapatan dan laba bersih  di kuartal keempat. Kedua saham tersebut menyentuh level tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir.

Di AS, Dow Jones Industrial Average naik 0,60%, sementara S&P 500 naik 0,26% dan Nasdaq Composite naik 0,25%.

Reli tersebut juga didukung oleh data ekonomi yang solid. Data klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 10 Januari tercatat sebesar 198.000, lebih rendah dari perkiraan 215.000 yang diprediksi oleh para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.

IHSG Kembali Tembus Rekor Tertinggi, Ini Pemicunya

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus rekor tertinggi baru pada perdagangan saham Kamis, (15/1/2026).  Kenaikan IHSG hari ini dinilai didorong saham-saham bank kapitalisasi besar.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup menguat 0,47% ke posisi 9.075,40. Indeks saham LQ45 bertambah 0,83% ke posisi 889,43. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pengamat pasar modal, Reydi Octa menuturkan, faktor pendukung yang mendorong IHSG sentuh level tertinggi seiring prediksi suku bunga domestik yang akomodatif.

"Kepercayaan pasar bahwa tahun 2026 merupakan tren penurunan suku bunga,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, terjadinya penguatan saham-saham bank dengan kapitalisasi pasar juga mendorong IHSG naik. Sentimen lainnya juga didorong dari aliran dana asing yang masuk ke IHSG sehingga membuat investor semakin yakin IHSG berpotensi menguat.

Jelang libur panjang ini, IHSG berada di level tertinggi 9.100,82 dan level terendah 9.040,99. Sebanyak 339 saham menguat sehingga angkat IHSG. 331 saham melemah dan 133 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 3.373.659 kali dengan volume perdagangan saham 50,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 28,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.880. Kapitalisasi pasar BEI tercatat Rp 16.512 triliun.

Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, sektor saham industri melemah 2,31%, dan catat koreksi terbesar. Selain itu, sektor saham transportasi terpangkas 0,97% dan sektor saham basic susut 0,76%.

Lalu sektor saham energi turun 0,215, sektor saham kesehatan susut 0,18%, sektor saham properti merosot 0,43%. Kemudian sektor saham consumer siklikal naik 1,15%, sektor saham keuangan bertambah 1,14% dan sektor saham teknologi menanjak 0,58%. Sementara itu, sektor saham consumer nonsiklikal melompat 0,20%, sektor saham infrastruktur naik tipis 0,13%.

Sektor Saham

Sektor saham bervariasi pada perdagangan Kamis pekan ini. Sektor saham industri terpangkas 2,31% dan catat penurunan terbesar. Sektor saham transportasi melemah 0,97%, dan sektor saham basic melemah 0,76%.

Selain itu, sektor saham energi merosot 0,21%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,18%, sektor saham properti turun 0,43%.

Di sisi lain, sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,20%, sektor saham consumer siklikal bertambah 1,15%, sektor saham keuangan menanjak 1,14%. Lalu sektor saham teknologi mendaki 0,58% dan sektor saham infrastruktur naik 0,13%.

Jelang libur panjang, harga saham ERAA ditutup stagnan di posisi Rp 406 per saham. Harga saham ERAA berada di level tertinggi Rp 410 dan levelt erendah Rp 404 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.710 kali dengan volume perdagangan 313.667 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,7 miliar.