Liputan6.com, Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2025 tinggal dua hari lagi yakni pada 29-30 Desember 2025. Sepanjang 2025, investor asing cenderung melakukan aksi jual saham.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 20,59% ke posisi 8.537,91 secara year to date (ytd) hingga penutupan perdagangan Rabu, 24 Desember 2025. Kinerja IHSG tersebut berada di posisi ketiga di kawasan ASEAN dan posisi tujuh di kawasan Asia Pasifik.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (28/12/2025), aksi jual saham oleh asing mencapai Rp 18,36 triliun secara year to date (ytd). Kondisi ini berbeda dari 2024. Investor asing beli saham sekitar Rp 15,97 triliun pada 2024.
Advertisement
Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menuturkan, aksi jual oleh asing sepanjang 2025 menjadi faktor dominan penghambat kenaikan IHSG. "Perang tarif dan konflik geopolitik buat investor wait and see, saat itu juga suku bunga masih sempat diproyeksikan higher for longer, kenaikan IHSG sempat didominasi oleh saham-saham konglomerasi,” kata Reydi saat dihubungi Liputan6.com.
Reydi mengatakan, potensi investor asing kembali ke Indonesia tetap ada pada 2026. Hal ini seiring Indonesia masih menarik secara valuasi dan fundamental. “Akan tetapi, arus dana asing kemungkinan bersifat selektif, tidak lagi menyeluruh seperti siklus sebelumnya,” ujar Reydi.
Namun, memasuki akhir 2025 ini, investor asing cenderung membeli saham. Sepanjang Desember 2025 saja, investor asing beli saham sekitar Rp 11,13 triliun. Berikut rinciannya:
- Perdagangan 22-24 Desember 2025, investor asing membeli saham Rp 4,03 triliun
- Perdagangan 15-19 Desember 2025, investor asing membeli saham Rp 3,2 triliun
- Perdagangan 8-12 Desember 2025, investor asing membeli saham Rp 1,42 triliun
- Perdagangan 1-5 Desember 2025, investor asing membeli saham Rp 2,48 triliun
Fund Manager Syailendra Capital, Rendy Wijaya menuturkan, aksi beli saham oleh asing pada akhir 2025 didorong valuasi saham yang sudah cukup murah.
Reydi mengatakan, investor asing akan lebih selektif saham-saham yang biasa menjadi incaran seperti perbankan besar dan telekomunikasi. “Karena pilihan saham investor asing untuk akumulasi di IHSG tidak banyak. Jadinya investor asing akan melihat perkembangannya IHSG melalui saham yang itu-itu saja,” tutur Reydi.
Kinerja IHSG Sepekan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot selama tiga hari perdagangan saham pekan ini. IHSG sepekan turun 0,83% pada 22-24 Desember 2025. IHSG ditutup ke posisi 8.537,91 dari posisi 8.609,55 pada pekan lalu.Kapitalisasi pasar juga terpangkas 1,17% menjadi Rp 15.603 triliun dari pekan lalu Rp 15.788 triliun.
Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menuturkan, IHSG masih lesu seiring santa claus rally effect belum terlihat. Hal itu termasuk di bursa saham global. “IHSG masih negatif karena santa claus rally effect belum terlihat,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Selain itu, dari domestik, menurut Nafan, saham konglomerasi dan konvensional masih menguat terutama dari saham bank berkapitalisasi besar. "Dari katalis domestik relatif minim. Data ekonomi tidak ada yang dirilis,” ujar dia.
Advertisement
Transaksi Harian Saham
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2558118/original/048866200_1545998697-20181228-Terompet-Penutupan-IHSG-5.jpg)
Pada pekan depan, Nafan menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 8.506 dan 8.448 dan level resistance 8.600 dan 8.666.
Di sisi lain, pada pekan ini, rata-rata frekuensi transaksi turun 2,23% menjadi 2,74 juta kali transaksi dari 2,80 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Selanjutnya, rata-rata volume transaksi harian bursa pada pekan ini merosot 18,44% menjadi 38,34 miliar saham dari 47 miliar saham pada pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian BEI terpangkas 30,91% menjadi Rp 23,70 triliun dari Rp 34,30 triliun pada pekan lalu. Investor asing melakukan aksi beli saham Rp 4,03 triliun selama sepekan. Aksi beli saham oleh investor ini lebih besar dari pekan lalu Rp 3,27 triliun.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318340/original/035315600_1786092351-Screenshot_2026-08-07_154428.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317456/original/060618600_1786013917-Screenshot_2026-08-06_164447.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317507/original/011159500_1786016808-cek_fakta_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277611/original/083761300_1672400408-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4585820/original/007305100_1695442703-Akhir_pekan_IHSG_ditutup_menguat-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4585820/original/007305100_1695442703-Akhir_pekan_IHSG_ditutup_menguat-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3566690/original/055374600_1631185686-20210909-PPKM-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694574/original/044200000_1503994462-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182873/original/071417500_1744109076-20250408-Penutupan_IHSG-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883223/original/030233500_1720093649-20240704-IHSG-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046085/original/053383100_1581323844-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-2.jpg)