Chengdong Invesment Lepas 3,7 Miliar Saham BUMI, Segini Nilainya

Chengdong Investment kini genggam 5,99% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Diterbitkan 27 Desember 2025, 12:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pemegang saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI)  yakni Chengdong Investment melepas saham BUMI secara bertahap pada perdagangan saham 1-22 Desember 2025.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (27/12/2025), Chengdong Investment melepas saham BUMI sekitar 3,71 miliar saham BUMI di kisaran harga Rp 238-Rp 388 per saham. Nilai penjualan saham itu sekitar Rp 1,03 triliun.

"Tujuan transaksi divestasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip.

Setelah transaksi penjualan saham, Chengdong Investment memiliki 22,27 miliar saham BUMI atau setara 5,99%. Sebelumnya, Chengdong Investment memiliki 25,98 miliar saham BUMI atau setara 6,99%.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 24 Desember 2025, harga saham BUMI melemah 4,74% ke posisi Rp 362 per saham. Harga saham BUMI dibuka naik dua poin ke posisi Rp 382 per saham. Saham BUMI berada di level tertinggi Rp 384 dan level terendah Rp 360 per saham. Total frekuensi perdagangan 177.107 kali dengan volume perdagangan saham 48.684.148 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,8 triliun.

Sebelumnya, UBS Group AG melaporkan perubahan kepemilikan sahamnya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perwakilan UBS, Dominic Eichrodt dan Ruby Ko, perusahaan menyatakan telah menjual sebagian kepemilikannya pada emiten pertambangan tersebut.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/11/2025) UBS menyebutkan jumlah saham BUMI yang dimiliki turun dari 26,38 miliar saham (7,11%) menjadi 25,61 miliar saham (6,90%). Penurunan terjadi setelah UBS melepas 769.454.100 saham pada transaksi terakhir tanggal 20 November 2025, dengan harga Rp 228,994 per saham.

UBS menjelaskan aksi penjualan saham tersebut dilakukan untuk kebutuhan lindung nilai derivatif klien.

Kepemilikan saham UBS di BUMI terdiri dari kepemilikan langsung dan tidak langsung melalui beberapa entitas dan cabang UBS, termasuk UBS AG London Branch sebagai pemilik manfaat langsung, serta aset-aset yang tercatat atas nama klien Wealth Management melalui cabang UBS di Singapura, Hong Kong, dan Swiss. 

Selain itu, MultiConcept Fund Management S.A. dan UBS Fund Management (Switzerland) AG juga tercatat sebagai manajer dana terkait kepemilikan tersebut.

 

IHSG Merosot Jelang Libur Natal 2025, Mayoritas Sektor Saham Memerah

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah pada sesi kedua perdagangan saham, Rabu (24/12/2025), jelang libur Natal 2025. Koreksi IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham yang memerah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,55% ke posisi 8.537,91. Indeks saham LQ45 melemah 0,41% ke posisi 845,44. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Pada Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.611,33 dan level terendah 8.525,10. Sebanyak 403 saham melemah sehingga menekan IHSG. 247 saham menguat dan 152 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.534.076 saham dan volume perdagangan saham 34,2 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 22,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.752.

Mayoritas sektor saham memerah. Sektor saham basic merosot 1,59%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi terpangkas 1,14%, sektor saham transportasi tergelincir 1%.

Selain itu, sektor saham teknologi merosot 0,77%, sektor saham keuangan melemah 0,54%, sektor saham kesehatan susut 0,12%, sektor saham consumer siklikal turun 0,03% dan sektor saham industri melemah 0,12%.

 

Sektor Saham

Di sisi lain, sektor saham properti naik 0,38%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 0,20%, dan sektor saham infrastruktur menguat 0,16%.

“Pasar tampaknya juga terbebani aksi profit taking dan aksi jual investor asing,” kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus dikutip dari Antara.

Dari dalam negeri, IHSG bergerak melemah menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Sentimen cenderung lesu menjelang perdagangan libur dan pasar merespon berita bahwa Indonesia dan Amerika Serikat (AS) berencana untuk menandatangani kesepakatan tarif timbal balik pada akhir Januari 2026,” ujar dia.