Samator Indo Gas (AGII) Yakin Permintaan Gas Industri Tetap Positif Tahun Depan

Selain sektor medis, manajemen Samator Indo Gas melihat peluang pertumbuhan permintaan gas industri juga datang dari berbagai sektor lain di dalam negeri.

Diterbitkan 10 Desember 2025, 19:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) memandang prospek pertumbuhan gas industri masih positif dalam beberapa tahun ke depan, seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi dan peningkatan aktivitas industri di kawasan Asia.

Wakil Direktur Utama PT Samator Indo Gas Tbk, Sigit Purwanto, mengungkapkan pertumbuhan pasar gas industri diperkirakan sejalan dengan pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) sejumlah negara.

“Jadi menurut analisa dari Business Research Insights, pertumbuhan gas industri ini akan seiring dengan pertumbuhan GDP beberapa negara, jadi di antara 6–7% per tahun sampai dengan tahun 2033,” ujar Sigit dalam acara Public Expose, Rabu (10/12/2025).

Ia menambahkan, kawasan Asia Pasifik, termasuk negara-negara berkembang, diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar gas industri.

“Asia Pasifik termasuk negara-negara berkembang diperkirakan akan mendominasi pertumbuhan pasar gas industri seiring dengan percepatan industrialisasi dan ekspansi sektor manufaktur di kawasan Asia Tenggara terutama,” tuturnya.

Selain sektor medis, Sigit menyebut peluang pertumbuhan permintaan gas industri juga datang dari berbagai sektor lain di dalam negeri.

Selain penggunaan oksigen di sektor medis, manajemen melihat potensi peningkatan permintaan gas industri di berbagai sektor lain, seperti photovoltaic yang tengah berkembang di Indonesia, sektor baterai seiring adanya program hilirisasi pemerintah, electric vehicles, oil and gas, oleochemical, serta food and beverage yang tetap menjadi tulang punggung pengguna gas industri dan membutuhkan berbagai jenis gas, antara lain nitrogen, karbon dioksida, argon, specialty gas, serta produk gas lainnya.

AGII Siapkan Capex Rp 350 Miliar di 2026

PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) memproyeksikan belanja modal atau capital expenditure (Capex) pada 2026 sebesar sekitar Rp 350 miliar. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan tingkat Capex perseroan dalam dua tahun terakhir.

“Jadi Capex perseroan di tahun 2026 ini diproyeksikan sekitar Rp 350 miliar, 50% lebih rendah dibandingkan Capex level perseroan selama 2 tahun terakhir,” ujar Wakil Direktur Utama PT Samator Indo Gas Tbk, Sigit Purwanto dalam Public Expose, Rabu (10/12/2025).

Sigit menuturkan, Capex tersebut direncanakan akan dialokasikan untuk investasi reguler yang berkaitan dengan fasilitas pemasaran, seperti pengadaan tangki, isotank, potol, penambahan fasilitas filling station di lokasi yang sudah ada, serta kebutuhan perawatan rutin.

Adapun dari sisi pendanaan, perseroan akan memanfaatkan sumber internal serta fasilitas pinjaman yang telah tersedia.

“Dan rencana pendanaan akan menggunakan cash internal, internal perusahaan, serta fasilitas syndicated loan yang sudah dimiliki oleh perseroan. Dan kami belum ada rencana untuk mengambil fasilitas pinjaman baru atau penerbitan surat utang baru,” pungkas Sigit.

Penghentian Penerbitan Obligasi

PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), emiten yang bergerak di bidang perdagangan gas industri, menyampaikan pengumuman soal penghentian Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan III Tahun 2023.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/9/2025) manajemen Samator Indo Gas menjelaskan pada 12 September 2025, perseroan memutuskan untuk tidak melanjutkan penghimpunan dana dari sisa plafon PUB Obligasi Berkelanjutan III.

PUB tersebut sebelumnya ditargetkan dapat menghimpun dana hingga Rp 750 miliar. Dari target tersebut, perseroan telah merealisasikan Rp 70 miliar melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan III Samator Indo Gas Tahap I Tahun 2023 Seri A dan Seri B.

Dengan demikian, terdapat sisa plafon sebesar Rp 680 miliar yang sebenarnya masih berlaku hingga 28 September 2025, namun diputuskan tidak akan digunakan.

Manajemen menyatakan keputusan ini diambil karena perseroan akan memanfaatkan fasilitas pinjaman sindikasi yang masih tersedia. Fasilitas pinjaman tersebut dinilai sudah mencukupi kebutuhan pembiayaan ekspansi bisnis dan menjaga likuiditas perusahaan tanpa harus melanjutkan penerbitan obligasi dari sisa PUB.

Perseroan juga menegaskan, penghentian PUB Obligasi III ini tidak menimbulkan dampak terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Samator Indo Gas.