Robinhood Mulai Proses Akuisisi Buana Capital Sekuritas, Bidik Generasi Muda Melek Investasi Saham-Kripto

Akuisisi oleh Robinhood jadi langkah besar untuk memperkuat ekosistem pasar keuangan di Indonesia.

Diterbitkan 08 Desember 2025, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Robinhood memulai proses akuisisi PT Buana Capital Sekuritas sebagai langkah ekspansinya ke pasar Indonesia dan Asia Tenggara. Generasi muda menjadi salah satu target perluasan pasar Robinhood.

Diketahui, Indonesia telah memiliki sekitar 19 juta investor dalam pasar modal. Selain itu, ada juga lebih dari 17 juta investor aset kripto yang terus berkembang.

"Robinhood percaya, bersama dengan pemimpin-pemimpin regulasi dan industri keuangan, kita dapat mengembangkan investor-investor baru ini di Indonesia. Melalui akuisisi Buana Capital, kita akan terus menjaga pelanggan dengan produk keuangan Indonesia," kata Head of Robinhood Asia, Patrick Chan di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Dia berharap, pengalaman Robinhood yang mengelola lebih dari 26 juta investor Amerika Serikat (AS) bisa menjadi pentin di Tanah Air. "Kita berharap untuk melakukan apa yang telah kita lakukan di AS, membawa produk brokerage dan kripto trading kita," ujarnya.

"Menghubungkan pelanggan Indonesia dengan produk global, dan juga menghubungkan pelanggan global dan internasional yang akan mempunyai ketertertarikan besar di pasar keuangan Indonesia," sambung Patrick Chan.

Senada, President Director Buana Capital Sekuritas, Benny Setiabrata menilai akuisisi oleh Robinhood jadi langkah besar untuk memperkuat ekosistem pasar keuangan di Indonesia.

"Melalui sinergi ini, kita akan menyaksikan bagaimana masyarakat investor dan instrumen investasi di dunia global, terutama di Indonesia dapat berinteraksi langsung dan akan menjadi lebih terjangkau dan efisien yang harapannya akan menguntungkan investor-investor ritel di Indonesia," ucap dia.

 

Bawa Inovasi

Benny juga melihat peluang adanya inovasi yang bakal dibawa oleh Robinhood dalam pasar Tanah Air. Termasuk juga kemudahan akses pada pasar keuangan, pasar modal, dan pasar kripto.

"Kami berkomitmen untuk tetap menyediakan produk-produk investasi terbaik yang telah dinikmati oleh para nasabah, sambil secara perlahan memperkenalkan platform baru dengan lebih banyak pilihan investasi," ujar dia.

"Melihat ke depan, kami percaya bahwa dengan semakin banyaknya generasi muda yang bergabung ke dunia investasi, pasar retail di Indonesia pasti menjadi salah satu yang terbesar dan terdinamis di Asia," imbuh Benny.

 

Proses Akuisisi

Sebelumnya, Robinhood telah menandatangani perjanjian untuk akuisisi perusahaan pialang PT Buana Capital Sekuritas dan pedagang aset digital berlisensi PT Pedagang Aset Kripto. Robinhood Market Inc telah menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi PT Buana Capital Sekuritas dan PT Pedagang Aset Kripto.

Akuisisi ini akan menandai masuknya Robinhood ke Indonesia dan mempercepat ekspansi perseroan di Asia Tenggara dan global. Dengan lebih dari 19 juta investor pasar modal dan 17 juta investor kripto, Indonesia dinilai pasar yang menarik untuk perdagangan ekuitas dan kripto.

“Indonesia mewakili pasar perdagangan yang berkembang pesat, menjadikannya tempat yang menarik untuk memajukan misi Robinhood dalam mendemokratisasi keuangan untuk semua,” ujar Head of Asia Robinhood, Patrick Chan, seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin (8/12/2025).

 

Target Rampung 2026

Robinhood berharap dapat menghadirkan layanan inovatif yang sama kepada masyarakat Indonesia yang telah mendapatkan kepercayaan dari pelanggan Robinhood secara global. Pemilik saham mayoritas Buana Capital dan Pedagang Aset Kripto yakni Peter Tanuri akan menjadi penasihat strategis Robinhood.

“Setelah akuisisi Buana Capital, kami akan terus melayani nasabah broker mereka dengan produk keuangan Indonesia. Seiring waktu, kami berharap dapat menawarkan produk broker dan perdagangan kripto kepada Robinhood, serta menghubungkan nasabah Indonesia dengan ekuitas AS, kripto dan lainnya dalam skala besar,” kata Patrick.

Adapun setiap akuisisi tunduk pada ketentuan dan penyelesaian termasuk persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan persetujuan regulator lainnya. Akuisisi dua lembaga keuangan itu akan rampung pada semester pertama 2026.