Emiten Hotel Asal Yogya Ini Simpan Aset Bitcoin Dkk Senilai Rp 6,72 Miliar

PT Eastparc Hotel Tbk, emiten operator hotel bintang lima di Yogyakarta, melaporkan aset kripto seperti Bitcoin dalam laporan keuangannya.

Diterbitkan 26 November 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Eastparc Hotel Tbk (EAST), emiten operator hotel di Yogyakarta, memiliki aset dalam bentuk kripto senilai Rp 6,72 miliar. Hal ini diungkap dalam laporan keuangan kuartal III 2025 yang tidak diaudit.

Dikutip dari keterbukana informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025), pemilik dan operator hotel bintang lima Eastparc Hotel di Yogyakarta ini melaporkan ase digital yang dimilikinya sebagai aset tidak berwujud.

Dalam rinciannya, aset digital yang dimiliki EAST adalah:

Bitcoin senilai Rp 1.298.576.974

Solana senilai Rp 1.329.385.625

Ripple senilai Rp 1.474.327.411

Ethereum senilai 2.616.929.994.

Dengan kepemilikan empat kripto tersebut maka aset digital perseroan mencapai Rp 6.723.200.347.

Untuk diketahui, PT Eastparc Hotel Tbk, operator salah satu hotel bintang lima terkemuka di Sleman, Yogyakarta, telah mencatat perjalanan signifikan sejak pendiriannya hingga kini menjadi perusahaan terbuka yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perseroan secara resmi didirikan pada 26 Juli 2011 dan mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada 5 Oktober 2011. Hanya dua tahun berselang, yaitu pada Oktober 2013, Eastparc Hotel Yogyakarta mulai beroperasi. Hotel ini dikenal sebagai akomodasi bintang lima yang berlokasi strategis di Jl. Kapas, Sleman.

Setelah sukses membangun reputasi di sektor perhotelan, PT Eastparc Hotel mengambil langkah strategis dengan memasuki pasar modal. Pada 9 Juli 2019, Perseroan secara resmi mencatatkan sahamnya melalui Penawaran Umum Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, mengubah statusnya menjadi Tbk.

Bitcoin Diproyeksi Lebih Bernilai dari Emas

Sebelumnya, analis senior sekaligus Co-Founder Fundstrat Global Advisors, Tom Lee, kembali menyampaikan pandangan optimistis tentang masa depan Bitcoin. Melalui laporan yang dibagikan via Telegram, Lee menyebut Bitcoin berpotensi melampaui nilai emas dan berada pada kisaran harga USD 1 juta hingga USD 3 juta per koin dalam jangka panjang.

Dikutip dari coinmarketcap, Senin (24/11/2025), pandangan Lee dinilai menjadi salah satu momen penting yang menunjukkan meningkatnya posisi Bitcoin sebagai aset keuangan global. Ia menegaskan bahwa kenaikan nilai Bitcoin sejalan dengan pergeseran struktural dan adopsi institusional yang terus tumbuh.

Tom Lee menjelaskan, potensi kenaikan Bitcoin dapat disejajarkan bahkan melampaui nilai emas di pasar global. Menurutnya, jika harga emas bergerak ke level USD 5.000, maka hitungan sederhana kapitalisasi pasar dapat membawa Bitcoin ke rentang USD 1,6 juta hingga USD 2 juta per koin.

“Jika emas berada di USD 5.000, Bitcoin—dengan membagi market cap emas dengan jumlah Bitcoin—berada di kisaran USD 1,6 hingga USD 2 juta per koin,” ujar Lee.

Tantangan dan Prospek Pertumbuhan

Ia menilai dinamika pasar terbaru, ditambah ketangguhan Bitcoin menghadapi perubahan kondisi makroekonomi, terus memperkuat posisinya sebagai aset penyimpan nilai (store of value) modern. Perubahan strategi investasi global juga mulai terlihat seiring meningkatnya minat institusi besar terhadap aset kripto.

Meski proyeksi tersebut terdengar ambisius, Lee mengakui bahwa perjalanan Bitcoin menuju valuasi tinggi masih harus melewati sejumlah tantangan, mulai dari regulasi hingga kesiapan teknologi blockchain. Namun, keterlibatan investor institusi disebut menjadi sinyal kuat perubahan era keuangan digital.

Selain Bitcoin, Ethereum juga menjadi bagian penting dalam diskusi perkembangan aset kripto karena potensi pertumbuhan jangka panjangnya. Menurut Lee, kedua aset ini akan memainkan peran besar dalam transformasi sistem keuangan global ke depan.