IHSG Berpeluang Lanjut Cetak Rekor, Ditopang Sentimen Positif dan Arus Dana Asing

IHSG dinilai masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan setelah kembali mencetak rekor.

Diterbitkan 12 November 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan setelah kembali mencetak rekor dalam beberapa pekan terakhir. Pengamat Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa, menilai rangkaian sentimen positif menjadi motor utama pergerakan indeks.

Menurut Reydi, penguatan IHSG ditopang oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Ia menilai sentimen yang mendorong IHSG terus cetak rekor ada beberapa salah satunya belum lama ini ada rebalancing MSCI yang bisa buat arus dana asing masuk ke IHSG.

“Kemudian ekspektasi pemangkasan suku bunga juga buat sentimen makro baik, hasil rilis PDB Q3 2025 yang tumbuh 5,04%, juga IHSG semakin tahan guncangan global karena porsi kepemilikan investor domestik di IHSG yang lebih banyak dari asing, sehingga ketakutan global tidak serta merta buat IHSG langsung terdampak,” ujarnya kepada Liputan6.com, Rabu (12/11/2025).

Dari sisi sektoral, Reydi menyampaikan bahwa beberapa sektor masih menjadi penopang utama pergerakan IHSG, mulai dari perbankan yang menjaga profitabilitas stabil, saham telekomunikasi, logam dan energi seiring kenaikan harga komoditas acuan, hingga sektor konsumer ritel yang memasuki periode peningkatan permintaan menjelang akhir tahun. Ia menambahkan bahwa tren penguatan indeks masih memiliki peluang berlanjut. 

“Penguatan berpotensi masih berlanjut kerena arus dana asing masih tercatat net buy, didukung arus dana domestik menopang. Dengan berbagai kondisi yang disebutkan diatas, IHSG masih berpeluang bullish asalkan tidak ada gejolak dari global yang mengakibatkan arus dana keluar besar-besaran dari IHSG,” katanya.

Dengan kombinasi arus masuk investor asing, dukungan kuat investor domestik, serta momentum ekonomi yang masih terjaga, IHSG diperkirakan masih berada dalam jalur positif hingga akhir tahun. 

IHSG Hari Ini 11 November 2025 Lanjutkan Koreksi Terseret Aksi Ambil Untung

Sebelumnya, Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan koreksi pada perdagangan Selasa (11/11/2025). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang menghijau dan transaksi harian di atas Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melemah 0,29% ke posisi 8.366,51. Indeks LQ45 merosot 0,26% ke posisi 0,26% ke posisi 842,68. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.443,68 dan level terendah 8.338,39. Sebanyak 378 saham melemah dan 290 saham menguat. 147 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.129.599 kali dengan volume perdagangan saham 71,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 27,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.680.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menuturkan, koreksi IHSG didorong aksi ambil untung karena kondisi IHSG yang jenuh beli.

“Dari dalam negeri, penjualan ritel domestik tumbuh 3,7 persen year on year (yoy) pada September 2025, atau meningkat dari 3,5 persen (yoy) pada Agustus 2025, merupakan pertumbuhan positif yang terjadi selama enam bulan berturut-turut,” ujar dia seperti dikutip dari Antara.

 

Penjualan Mobil Turun

Selain itu, penjualan mobil turun 4,4 persen (yoy) menjadi 74,019 unit pada Oktober 2025 dari penurunan 15,1 persen (yoy) pada September 2025.

Meskipun penjualan mobil menurun selama enam bulan berturut-turut, namun laju penurunannya mulai melambat, serta volume penjualannya merupakan level tertinggi sejak Desember 2024.

Selama periode Januari- Oktober 2025, penjualan mobil turun 10,6 persen year to date (ytd) menjadi 635,844 unit.

Dari mancanegara, Amerika Serikat (AS) dan Swiss hampir mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif impor sebesar 39 persen atas produk Swiss yang masuk AS.

Dari kawasan Eropa, Jerman akan merilis data Wholesale Prices bulan Oktober 2025 yang diperkirakan sebesar 0,3 persen month to month (mtm) dan 1,1 persen (yoy) dari sebelumnya 0,2 persen (mtm) dan 1,2 persen (yoy) pada September 2025.

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • dana asing
  • Investor