Harga Saham PJHB Langsung Melejit 24,8% saat Pencatatan Perdana

Harga saham PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) melambung saat pencatatan perdana Kamis, (6/11/2025).

Diterbitkan 06 November 2025, 10:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) resmi jadi perusahaan ke-24 yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2025. Melalui pencatatan saham perdana pada Kamis (6/11/2025).

Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp 330 per lembar, dengan jumlah total saham tercatat sebanyak 1.920.000.000 lembar saham. Sehingga kapitalisasi pasarnya senilai Rp 633,6 miliar.

"Melalui penawaran umum perdana saham ini, kami yakin bahwa Persero dapat memperluas kapasitas usaha dengan penambahan armada baru, meningkatnya efisiensi pelayaran agar dapat menjangkau lebih banyak wilayah di sektor industri di Indonesia," ujar Komisaris Utama PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk, Hero Gozali.

Usai IPO, harga saham PJHB melambung menjadi Rp 412, atau mengalami kenaikan 24,85 persen dari harga perdana Adapun dalam IPO ini, PJHB total melepas 480 juta atau sekitar 25 persen kepemilikan saham. Sehingga total nilai penawaran umum mencapai Rp 158,4 miliar.

Selain itu, PJHB juga menerbitkan 240 juta Waran Seri I secara cuma-cuma kepada investor baru dengan rasio dua saham baru mendapatkan satu waran. 

Waran tersebut bisa ditebus menjadi saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 330 per saham pada 4 Mei-4 November 2026. Jika seluruh waran dilaksanakan, perusahaan berpotensi menambah modal hingga Rp 79,2 miliar.

Pelayaran Jaya Hidup Baru (PJHB), Melantai di Bursa Hari Ini, Bagaimana Prospeknya?

Sebelumnya, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB), perusahaan pelayaran berbasis di Samarinda, Kalimantan Timur, akan melantai di bursa hari ini, Kamis, 6 November 2025. PJHB menawarkan sebanyak 480 juta saham biasa atau setara 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. 

Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp 330 per saham, sehingga perseroan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp 158,4 miliar.

 

 

Terbitkan Waran

Bersamaan dengan IPO, PJHB juga menerbitkan 240 juta Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham baru.

Setiap dua saham baru akan memperoleh satu Waran Seri I, yang dapat ditebus menjadi saham dengan harga pelaksanaan Rp 330 per saham mulai 5 Mei 2026 hingga 5 November 2026. Jika seluruh waran dieksekusi, perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana Rp 79,2 miliar.

Proses IPO ini dijamin penuh (full commitment) oleh PT Pilarmas Investindo Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Saham PJHB akan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 6 November 2025 dengan kode saham PJHB.

Dana IPO untuk Pembangunan Armada Baru

Seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk belanja modal berupa pembangunan tiga unit kapal jenis Landing Craft Tank (LCT). Ketiga kapal tersebut akan memperkuat armada yang digunakan PJHB dalam melayani pengangkutan alat berat, kontainer, serta peralatan industri minyak, gas, dan pertambangan.

Pembangunan kapal dilakukan bekerja sama dengan galangan PT Untung Brawijaya Sejahtera dan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia. Total investasi pembangunan tiga unit kapal ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp150 miliar.

Manajemen menilai penambahan armada baru menjadi langkah strategis untuk mengakomodasi permintaan pengangkutan yang terus meningkat, terutama di wilayah Indonesia bagian timur. “Seluruh armada kapal kami saat ini telah beroperasi dengan tingkat utilisasi maksimal, sehingga diperlukan tambahan kapal baru guna mendukung pertumbuhan bisnis ke depan,” tulis manajemen dalam prospektus.

Prospek Bisnis Didukung Hilirisasi dan Tol Laut

Perseroan optimistis terhadap prospek industri pelayaran nasional seiring program hilirisasi mineral dan batubara serta kebijakan tol laut pemerintah. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan, volume muatan tol laut meningkat signifikan dalam 10 tahun terakhir, dari 30 ton (2015) menjadi 851,7 ton (2024), sementara pelabuhan singgah bertambah dari 11 menjadi 109 pelabuhan.

Selain itu, anggaran infrastruktur 2025 sebesar Rp 400,3 triliun, atau 11% dari RAPBN, diproyeksikan memperkuat kebutuhan jasa transportasi laut. Berdasarkan riset Technavio, pasar logistik angkutan barang Indonesia diperkirakan tumbuh dengan CAGR 7,7% hingga 2028.

Dengan fokus pada pengangkutan alat berat dan kontainer, PJHB berharap dapat memanfaatkan momentum peningkatan arus barang dan proyek infrastruktur nasional.