Tambang Emas Terbesar Asia Pasifik Melantai di Bursa Hari Ini, Simak Prospeknya

Tiga penjamin pelaksana emisi efek IPO Merdeka Gold Resources (EMAS) adalah PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sinarmas Sekuritas.

Diterbitkan 23 September 2025, 08:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) akan melantai di bursa hari ini, Selasa, 23 September 2025. EMAS memulai penawaran umum perdana saham (IPO) pada 17–19 September 2025 setelah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 15 September 2025.

Melansir prospektus EMAS, emiten pertambangan emas ini menawarkan sebanyak 1.618.023.300 saham baru dengan nilai nominal Rp 150 per saham, setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran ditetapkan Rp 2.880 per saham, sehingga total nilai penawaran mencapai Rp 4,66 triliun.

Tiga penjamin pelaksana emisi efek, yaitu PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sinarmas Sekuritas, bersama empat penjamin emisi efek lainnya, memberikan penjaminan penuh terhadap penawaran ini.

 

 

Tambang Emas Terbesar

Merdeka Gold Resources merupakan induk grup usaha pertambangan emas yang mengelola Proyek Emas Pani di Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.

Proyek ini memiliki sumber daya mineral 292,4 juta ton bijih mengandung 7 juta ons emas, dengan umur tambang diperkirakan hingga 2041.

Fasilitas heap leach berkapasitas 7 juta ton per tahun ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2025, sementara fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) akan bertahap beroperasi mulai 2029 dan 2032.

Produksi emas puncak diproyeksikan mencapai 500.000 ons pada 2033, menjadikannya salah satu tambang emas terbesar di Asia Pasifik.

Penggunaan Dana Hasil IPO

Penggunaan Dana Hasil IPO

Dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan untuk beberapa keperluan. Sebesar USD 20 juta atau sekitar Rp 329,2 miliar akan diberikan sebagai uang muka setoran modal bertahap kepada PT Pani Bersama Tambang (PBT) untuk mendanai modal kerja operasional seperti pembelian bahan baku, biaya listrik, dan karyawan.

 

Jumlah yang sama juga akan dipinjamkan kepada PETS untuk keperluan modal kerja serupa. Selain itu, sebagian dana akan digunakan untuk pelunasan lebih awal sebagian pokok utang USD 260 juta kepada PT Merdeka Copper Gold Tbk (MCG) guna mengurangi kewajiban utang.

Â