Sektor Infrastruktur Industri Jadi Daya Tarik Investasi di Pasar Modal

Dari perspektif pasar modal, sektor infrastruktur tercatat menarik minat investor karena prospek pertumbuhan dan kualitas pengelolaan perusahaan.

Diterbitkan 21 September 2025, 14:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sektor infrastruktur industri sebagai pilar penting daya saing Indonesia di tengah kompetisi kawasan ASEAN. Infrastruktur yang kuat dinilai bukan hanya menopang kegiatan industri, tetapi juga meningkatkan daya tarik investasi di pasar modal.

Ekonom Indef, Ahmad Heri Firdaus, menegaskan kesiapan infrastruktur menjadi kunci bagi minat investor global. 

“Kalau kita lihat, investor global itu mencari negara yang sudah siap infrastruktur industrinya,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (20/9/2025).

Dari perspektif pasar modal, sektor infrastruktur tercatat menarik minat investor karena prospek pertumbuhan dan kualitas pengelolaan perusahaan. Sub-sektor yang beragam mulai jalan tol (JSMR), pelabuhan (IPCC, IPCM), telekomunikasi (TLKM, EXCL), hingga infrastruktur industri (CDIA) memberikan pilihan investasi luas.

Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, menilai sentimen pasar dan kebijakan pemerintah masih menjadi pendorong utama. 

“Meski fundamental perusahaan penting, pergerakan harga saham tetap dipengaruhi sentimen pasar, likuiditas, serta kebijakan pemerintah. Investor kini selektif terhadap emiten dengan eksposur pada proyek strategis atau tren baru seperti energi hijau dan digitalisasi,” jelasnya.

 

Emiten Baru

Salah satu sorotan utama adalah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten baru yang bergerak di pengembangan infrastruktur industri berbasis energi baru terbarukan. 

Saham CDIA meroket dari Rp190 menjadi Rp 1.500 per lembar sejak IPO, didorong prospek EBT dan integrasi bisnis Barito Pacific Group.

Ahmad Heri menilai kehadiran emiten seperti CDIA dapat memperkuat kepercayaan investor. Ia menambahkan peluang investasi jangka panjang di sektor infrastruktur masih terbuka lebar, meski tantangan seperti lahan, biaya logistik, dan regulasi perlu diatasi melalui kerja sama pemerintah dan swasta.