DGWG Catat Ekspor Perdana Karbamasi ke Afrika Selatan, Perkuat Ekspansi Global

Keberhasilan DGWG merambah pasar global dipengaruhi oleh upaya aktif perusahaan memperkenalkan diri dan produk-produknya di berbagai kesempatan.

Diterbitkan 18 September 2025, 19:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Delta Giri Wacana Tbk (kode saham: DGWG) mencatat pencapaian penting dengan melakukan ekspor perdana produk karbamasi methomyl 90 SP melalui anak usaha PT Dharma Guna Wibawa sebanyak 15 ton ke Afrika Selatan. Langkah ini menjadi tonggak bersejarah bagi perusahaan dalam memasuki pasar internasional.

Pengiriman perdana karbamasi ini menjadi prestasi tersendiri bagi DGWG dan memperkuat rekam jejak perusahaan dalam menjangkau pasar global, setelah sebelumnya berhasil menjual produk pestisida jadi ke Australia dan Papua Nugini.

Permintaan methomyl di pasar internasional tergolong tinggi karena bahan baku ini digunakan untuk pembuatan insektisida bagi industri agrokimia, termasuk Afrika Selatan, di mana produktivitas pertanian sering terganggu oleh serangan hama.

Selain tingginya permintaan, keberhasilan DGWG merambah pasar global juga dipengaruhi oleh upaya aktif perusahaan memperkenalkan diri dan produk-produknya di berbagai kesempatan. Salah satunya melalui partisipasi dalam 25th China International Agrochemical & Crop Protection Exhibition (CAC) yang mempertemukan DGWG dengan konsumen dan pelaku industri agrokimia dunia.

Direktur DGWG, Yody Suganda, menyatakan bahwa ekspor perdana ini merupakan pencapaian penting bagi perusahaan.

“Tidak membutuhkan waktu lama bagi DGWG untuk memperoleh konsumen luar negeri sejak peresmian pabrik karbamasi. Hal ini membuktikan pasar gobal telah memiliki kepercayaan yang kuat kepada DGWG dalam melakukan kerja sama penyediaan bahan baku. Kami berharap ini menjadi langkah awal yang baik untuk penetrasi pasar yang lebih luas, sehingga volume ekspor dapat terus bertumbuh,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (18/9/2025)

 

Penuhi 40% Kebutuhan Domestik

Berdasarkan kajian DGWG, kebutuhan pasar domestik untuk produk berbahan methomyl diperkirakan mencapai 2.500 metrik ton per tahun. Saat ini, DGWG melalui pabrik karbamasinya mampu memenuhi sekitar 40% dari kebutuhan pasar dengan produk unggulan Dangke 40WP.

Angka ini menunjukkan peluang besar bagi pemenuhan kebutuhan nasional sekaligus potensi pengembangan ke pasar global. Kehadiran pabrik karbamasi DGWG menjadi langkah strategis untuk memperkuat pasokan dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, serta membuka peluang peningkatan kapasitas produksi di masa mendatang.

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia juga mencatat bahwa pada tahun 2024 volume impor produk formulasi pestisida mencapai 87.350 ton. Angka tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan produk agrokimia dalam negeri, sejalan dengan luasnya lahan pertanian Indonesia.

Dengan pencapaian dan proyeksi yang positif ini, DGWG semakin menegaskan posisinya sebagai perusahaan agro input nasional yang mampu bersaing di pasar global dan membuka peluang pertumbuhan bisnis berkelanjutan di masa depan.