Bursa Saham Asia-Pasifik Dibuka Beragam, Jepang Cetak Rekor Tertinggi

Indeks saham Topix Jepang naik untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Jumat dan mencapai rekor tertinggi 3.031,78.

Diterbitkan 08 Agustus 2025, 08:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Bursa saham Asia-Pasifik diperdagangkan beragam pada hari Jumat, setelah dua dari tiga acuan utama di Wall Street kembali melemah dan ditutup lebih rendah. 

Dikutip dari CNBC, Jumat (8/8/2025), indeks saham Topix Jepang naik untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Jumat dan mencapai rekor tertinggi 3.031,78.

Pada pembukaan perdagangan, Indeks saham Nikkei 225 Jepang naik 1,18% sementara indeks Topix yang lebih luas naik 0,87%. 

Indeks Topix telah naik 1,42% hingga pukul 10 pagi waktu setempat. Kenaikan dipimpin oleh Nippon Chemical Industrial,yang melonjak 23,06%, perusahaan manajemen investasi Miyakoshi Holdings yang naik 22,04%, perusahaan penyedia utang sewa J-Lease Coyang naik 18,66% dan produsen kartu probe Japan Electronic Materials Corpyang memperoleh keuntungan sebesar 13,42%.

Di Korea Selatan,  indeks Kospi  turun 0,13% sementara indeks Kosdaq berkapitalisasi kecil naik 0,65%.Sedangkan di Australia,  S&P/ASX 200 turun 0,29%.

Indeks Nasdaq Sentuh Rekor Baru

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Kamis, 7 Agustus 2025 waktu setempat. Pergerakan wall street beragam setelah tarif besar-besaran terhadap Presiden AS Donald Trump menghantam puluhan mitra dagang Amerika Serikat.

Sementara itu, Trump juga memberikan pratinjau tarif chip yang akan datang menunjukkan pengecualiaan yang dapat menguntungkan perusahaan-perusahaan raksasa teknologi.

Mengutip CNBC, Jumat (8/8/2025), indeks Dow Jones melemah 0,51% ke posisi 43.968,64.  Indeks S&P 500 susut 0,08% ke posisi 6.340 dan indeks Nasdaq naik 0,35% ke posisi 21.242,70. Indeks Nasdaq pun menyentuh rekor baru.

 

 

Saham Memangkas Koreksi

Adapun saham memangkas koreksi setelah Presiden Trump mencalonkan Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Stephen Miran untuk menjabat di Dewan Gubernur Federal Reserve hingga 31 Januari 2026, menyusul pengunduran diri Adriana Kugler. Demikian mengutip Yahoo Finance.

Sementara itu, batas waktu Trump untuk kesepakatan perdagangan jatuh pada pukul 12:01 ET pada Kamis pekan ini waktu setempat. Impor dari hampir 200 negara kini dikenakan bea masuk berkisar antara 10%-50%, dan rata-rata tarif efektif keseluruhan diprediksi melonjak menjadi 18,6%, menurut Yale Budget Lab, tertinggi sejak 1933.

Di sisi lain, saham Apple melonjak pada perdagangan Kamis pekan ini setelah Trump dan CEO Tim Cook mengumumkan akan berinvestasi sebesar USD 100 miliar atau Rp 1.629,98 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.299) di AS. Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Apple akan memproduksi kaca pelindung untuk iPhone dan Apple Watch di Kentucky.

 

Rilis Laporan Keuangan

Pada saat yang sama, komentar Trump ia akan mengecualikan beberapa perusahaan dari rencananya untuk mengenakan bea masuk 100% pada semikonduktor memberikan dorongan bagi saham teknologi secara keseluruhan untuk hari kedua berturut-turut. Saham Nvidia (NVDA) naik sekitar 0,7%.

Sementara itu, gelombang laporan keuangan lainnya membanjiri laporan keuangan pada Kamis pagi. Laporan tersebut menampilkan peringatan tarif dari Toyota (TM), yang dalam laporan keuangan kuartal pertamanya menyatakan bahwa dampak tarif AS akan mencapai sekitar USD 9,5 miliar.

Di antara perusahaan-perusahaan raksasa ternama lainnya yang melaporkan kinerja, hasil mengecewakan dari uji coba pil GLP-1 oral Eli Lilly (LLY) yang sangat dinantikan membuat sahamnya anjlok 14% meskipun membukukan laba yang lebih baik dari perkiraan untuk kuartal kedua.

Pada Kamis juga, 1,974 juta klaim berkelanjutan untuk tunjangan pengangguran diajukan, mencapai level tertinggi sejak November 2021. Kondisi pasar tenaga kerja menjadi sorotan utama menyusul laporan pekerjaan bulan Juli yang mengecewakan dan revisi yang kurang menggembirakan untuk laporan pekerjaan Mei dan Juni.