Liputan6.com, Jakarta Memasuki paruh kedua tahun 2025, tren penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan penguatan signifikan.
Emiten dari beragam sektor—mulai dari logistik, layanan edukasi, alat kesehatan, hingga aset kripto—berbondong-bondong melantai di bursa, menandakan gairah pasar yang mulai pulih dan semangat korporasi untuk menghimpun dana publik yang tetap tinggi.
Dalam sepekan terakhir hingga 9 Juli 2025, empat perusahaan resmi mencatatkan sahamnya di BEI. Mereka adalah PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) dengan oversubscription 34,5 kali, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebesar 563 kali, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) sebanyak 180 kali, serta PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) sebesar 1,53 kali.
Advertisement
Lonjakan permintaan tersebut mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek emiten-emiten baru tersebut. Adapun empat emiten lain tengah bersiap mencatatkan sahamnya pada 10 Juli 2025, yakni PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG), PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK), PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI), dan PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI).
“Tingginya tingkat oversubscription pada IPO mencerminkan antusiasme investor, yang salah satunya didorong oleh kebijakan BEI untuk memperketat seleksi emiten,” ujar Chief Investment Officer PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur), Stefanus Dennis Winarto dalam keterangan resmi, Kamis (10/7/2025).
Euforia IPO Kontras dengan Pergerakan IHSG yang Masih Sideways
Meskipun IPO baru ramai disambut pasar, euforia tersebut belum secara signifikan mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan 9 Juli 2025, IHSG hanya naik 0,57% ke posisi 6.943, setelah sehari sebelumnya menguat tipis 0,05%.
Di sisi lain, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp383 miliar, menandakan adanya tekanan profit taking atau kewaspadaan atas prospek jangka pendek pasar.
Beberapa saham IPO bahkan mengalami Auto Reject Atas (ARA) beruntun selama beberapa hari pertama perdagangan. Kendati hal ini mencerminkan tingginya minat, situasi semacam itu bisa memicu suspensi perdagangan atau memasukkan saham ke dalam papan pemantauan khusus oleh BEI jika dinilai terlalu fluktuatif. Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum tanpa mengabaikan risiko.
Valuasi emiten IPO juga sangat beragam. Misalnya, COIN yang bergerak di sektor keuangan memiliki price to earnings ratio (PER) 35,31x dan price to book value (PBV) 1,01x, tergolong rendah dibandingkan rerata sektor teknologi keuangan yang mencapai PER 92,16x dan PBV 4,21x. Sebaliknya, ASPR justru tergolong mahal dengan PER 61x dan PBV 1,9x, jauh di atas rata-rata sektoral.
“Investor perlu benar-benar mencermati prospektus serta rencana penggunaan dana hasil IPO dari masing-masing emiten,” jelas Stefanus.
Tak Semua IPO Menarik, Seleksi Ketat BEI Jadi Kunci
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)
Meskipun minat pasar terhadap IPO tinggi, tidak semua emiten menawarkan valuasi yang menarik atau prospek pertumbuhan solid. CDIA, misalnya, dinilai atraktif karena memiliki PBV hanya 1,67x dibandingkan rata-rata industri sebesar 22,25x. Estimasi PER-nya pun berada di level 45,78x, lebih rendah dari rerata industri 98,55x, menjadikannya lebih kompetitif dari sisi valuasi dibandingkan COIN maupun ASPR.
Kendati demikian, investor tetap perlu waspada terhadap saham-saham IPO yang mengalami premium pricing sejak fase bookbuilding. “Beberapa bahkan sudah mencerminkan harga premium yang tinggi sebelum tercatat di bursa,” ungkap Stefanus. Strategi selektif dalam memilah saham IPO penting dilakukan, mengingat potensi upside belum tentu sejalan dengan kondisi fundamental emiten.
Bursa Efek Indonesia turut berperan aktif dalam menjaga kualitas emiten yang masuk. Dari 20 perusahaan yang masuk pipeline IPO pada akhir Juni 2025, hanya 12 emiten yang berhasil mencatatkan sahamnya hingga akhir tahun. Ini menegaskan bahwa hanya perusahaan dengan administrasi dan fundamental kuat yang dapat menembus proses seleksi BEI yang semakin ketat.
Advertisement
Dana Sisa IPO Jangan Mengendap, RDPT Bisa Jadi Solusi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112071/original/036156800_1659528502-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-1.jpg)
Tingginya tingkat oversubscription membuat investor kerap hanya mendapatkan sebagian kecil dari alokasi IPO yang diajukan. Akibatnya, dana yang tidak terserap (idle fund) berpotensi tidak menghasilkan imbal hasil jika tidak segera dikelola dengan tepat. Strategi penempatan dana sementara ini menjadi krusial dalam mengoptimalkan portofolio investasi.
“Investor perlu memiliki strategi pengelolaan terhadap dana idle yang timbul dari ketidakserapan alokasi IPO. Misalnya, dari pengajuan sebesar Rp200 juta, bisa jadi hanya Rp1 juta yang terealisasi. Sisa Rp199 juta sebaiknya tidak dibiarkan mengendap di rekening tanpa imbal hasil,” jelas Stefanus.
Penempatan dana pada instrumen yang stabil dan likuid menjadi opsi bijak untuk menjaga produktivitas portofolio. Salah satu pilihan yang disarankan adalah Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT). Instrumen ini umumnya berisi surat utang negara dan obligasi korporasi, dengan imbal hasil relatif stabil dan distribusi berkala.
“Penempatan dana ke RDPT menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan portofolio, sembari menunggu momentum IPO berikutnya yang potensial,” pungkas Stefanus. Strategi ini juga mendukung pengelolaan risiko portofolio secara menyeluruh.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1503744/original/055901900_1486724745-20170210--IHSG-Ditutup-Stagnan--Bursa-Efek-Indonesia-Jakarta--Angga-Yuniar-01.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/164/original/089229800_1562306521-WhatsApp_Image_2019-07-05_at_12.56.31.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891677/original/000043600_1721008752-10_AP24196756280349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/934935/original/034536700_1437647124-AP_173328494831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414598/original/082923400_1763305055-IMG_2457.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8321148/original/057236600_1782189746-13222889946406381674.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5393487/original/047089800_1761556476-5a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497603/original/096409200_1770638744-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1563516/original/054046800_1491900182-RS-Jakarta-Eye-Center6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258064/original/085561100_1781311459-AP26163743889781.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258024/original/051490000_1781284234-SpaceX_melantai_di_bursa_Nasdaq.jpeg)