OJK: Dana Asing Kabur dari Bursa RI, Net Sell Tembus Rp 53 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja pasar saham dalam negeri terus mendapat tekanan di tengah ketidakpastian global.

Diterbitkan 08 Juli 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja pasar saham dalam negeri terus mendapat tekanan di tengah ketidakpastian global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara month-to-date tercatat melemah 3,46 persen ke level 6.927,68. Jika dihitung sejak awal tahun (year-to-date), IHSG telah turun sebesar 2,15 persen.

"Di tengah dinamika perdagangan global dan geopolitik, pasar saham domestik secara month to date mengalami sedikit kelemahan 3,46 persen di level 6.927,68, sedangkan secara year-to-date melemah sebesar 2,15 persen," kata Inarno dalam Konferensi Pers RDKB Juni 2025, Selasa (8/7/2025).

Pelemahan ini turut menyeret kapitalisasi pasar yang kini tercatat sebesar Rp12.178 triliun. Angka ini menyusut 1,95 persen secara bulanan dan turun 1,28 persen dibanding awal tahun. Kondisi tersebut mencerminkan sentimen negatif yang masih membayangi pasar modal domestik.

Aksi Jual Investor

Salah satu penyebab utama tekanan ini datang dari aksi jual investor asing atau non-resident. Sepanjang Juni 2025, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp8,38 triliun. Maka sepanjang tahun berjalan nilai net sell asing telah mencapai Rp53,57 triliun.

"Nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12.178 triliun atau turun 1,95 persen month-to-date atau turun 1,28 persen year-to-date. Sementara itu, non-resident mencatatkan net sale secara month-to-date pada Juni 2025 sebesar Rp 8,38 triliun dan secara year-to-date net sale sebesar Rp53,57 triliun," ujarnya.

Aksi keluar dana asing ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Pasalnya, dana asing selama ini menjadi salah satu penopang likuiditas dan penggerak pasar saham domestik.

 

 

Pasar Obligasi Lebih Tahan Guncangan

Meski pasar saham sedang lesu, kondisi berbeda terjadi di pasar obligasi. Indeks pasar obligasi ICBI justru mencatatkan penguatan sebesar 1,18 persen secara month-to-date ke level 414.

Hal ini menjadi indikasi bahwa sebagian investor mulai mengalihkan portofolio ke aset pendapatan tetap yang lebih stabil. Namun, investor asing masih menunjukkan pergerakan campuran. Sepanjang Juni 2025, tercatat net sell di pasar obligasi sebesar Rp7,36 triliun. Meskipun demikian, secara year-to-date justru tercatat net buy sebesar Rp42,27 triliun.

"Di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI menguat 1,18 persen month-to-date ke level 414 dan investor non-resident mencatatkan net sale sebesar Rp7,36 triliun secara month-to-date dan secara year-to-date net buy sebesar Rp42,27 triliun," ujarnya.

Industri Pengelolaan Investasi

Di industri pengelolaan investasi, per 30 Juni 2025 nilai aset under management tercatat sebesar Rp844,69 triliun atau turun 0,19 persen month-to-date atau secara year-to-date naik sebesar 0,87 persen.

"Dengan reksadana tercatat net subscription sebesar Rp0,45 triliun secara month-to-date dan secara year-to-date net redemption sebesar Rp2,02 triliun," ujarnya.

Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren yang positif. Tercatat nilai penawaran umum mencapai Rp142,6 triliun dengan Rp8,49 triliun di antaranya merupakan fundraising dari 16 emiten baru.