Garuda Metalindo Bagikan Dividen Rp 20 per Saham

PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 20 per saham kepada para pemegang saham, yang diambil dari laba bersih tahun buku 2024.

Diterbitkan 23 Juni 2025, 10:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 20 per saham kepada para pemegang saham, yang diambil dari laba bersih tahun buku 2024. Keputusan ini resmi disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Jumat, 20 Juni 2025.

Menurut keterangan Direktur Garuda Metalindo, Anthony Wijaya, RUPST memutuskan pembagian dividen dengan nilai total mencapai Rp 46,87 miliar, setara dengan Rp 20 untuk setiap lembar saham.

BOLT berhasil mencatat kinerja solid di tengah tantangan industri otomotif nasional. Pada kuartal pertama (Q1) tahun 2025, BOLT mencatatkan pertumbuhan penjualan konsolidasi bersih sebesar 0,96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lebih mengesankan lagi, laba bersih perusahaan melonjak hingga 55,06% secara tahunan (YoY).

Kinerja positif ini ditopang oleh peningkatan signifikan pada segmen Industri Lainnya, yang tumbuh 39% YoY dari Rp12 miliar menjadi Rp17 miliar, terutama berasal dari sektor industri umum. Selain itu, segmen ekspor juga tumbuh 7,2% YoY dari Rp24 miliar menjadi Rp25 miliar, ditopang permintaan tinggi dari pasar India yang naik 17%.

 

Strategi Efisiensi Dorong Margin Keuntungan

Kinerja BOLT yang positif pada awal tahun ini juga didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata dan mulai stabilnya harga bahan baku. Perusahaan menjalankan berbagai inisiatif strategis dalam pengendalian biaya, mulai dari optimalisasi pemakaian bahan baku, negosiasi ulang dengan pemasok untuk mendapatkan harga lebih kompetitif, hingga penggunaan material alternatif yang lebih efisien namun tetap menjaga kualitas produk.

Dari sisi operasional, BOLT fokus pada efisiensi proses produksi, terutama dalam penggunaan peralatan (tooling). Berbagai inovasi teknik diterapkan untuk memperpanjang usia pakai tooling, mengurangi frekuensi penggantian, dan menghemat biaya produksi secara keseluruhan. Langkah-langkah ini terbukti memperkuat struktur biaya dan meningkatkan daya saing produk di pasar.Â