Prediksi IHSG Hari Ini 15 Mei 2025, Cermati Saham ARTO hingga BBTN

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada dalam level support 6.759,6.682 dan level resistance 6.993,7.075 pada perdagangan Kamis, 15 Mei 2025.

Diterbitkan 15 Mei 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat terbatas pada perdagangan Kamis (15/5/2025). IHSG hari ini akan menguat ke posisi 7.033-7.195.

IHSG naik 2,15% ke posisi 6.979 dan disertai dengan peningkatan volume pembelian pada perdagangan Rabu, 14 Mei 2025.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pada label hitam, posisi IHSG sedang berada pada akhir wave © dari wave (2) sehingga pergerakannya akan relatif terbatas dan rawan koreksi untuk membentuk bagian dari wave (b) ke rentang 6.565-6.826.

“Namun, pada label merah, di mana posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave (a) sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang 7.033-7.195,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada dalam level support 6.759,6.682 dan level resistance 6.993,7.075.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 6.800-7.000 pada perdagangan Kamis pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG terus melaju dan mendekati level psikologis 7.000. Potensi IHSG tembus level 7.000 pun kembali terbuka.

Di sisi lain, pasar obligasi dinilai tinggalkan di tengah kenaikan imbal hasil obligasi. PT Pilarmas Investindo Sekuritas menilai hal itu seiring bagian dari shifting aset alokasi kepada aset yang lebih menguntungkan di tengah meredanya ketidakpastian yang terjadi saat ini.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Avia Avian Tbk (AVIA), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Sedangkan PT Pilarmas Investindo Sekuritas Tbk memilih saham PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Bank Jago Tbk (ARTO) - Buy on Weakness

Saham ARTO menguat 2,89% ke 1.960 disertai dengan munculnya volume pembelian. "Kami perkirakan, posisi ARTO saat ini berada pada bagian dari wave [iv], sehingga ARTO rawan terkoreksi," kata Herditya.

Buy on Weakness: 1.725-1.840

Target Price: 2.030, 2.200

Stoploss: below 1.610

 

2.PT Avian Avian Tbk (AVIA) - Spec Buy

Saham AVIA menguat ke 456 disertai dengan peningkatan volume pembelian. Herditya mengatakan, pihaknya perkirakan posisi AVIA saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave C.

Spec Buy: 450-456

Target Price: 468, 480

Stoploss: below 446

 

3.PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) - Buy on Weakness

Saham BBTN menguat 6,09% ke 1.220 disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus MA200. "Kami perkirakan, posisi BBTN saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c]," tutur dia.

Buy on Weakness: 1.165-1.195

Target Price: 1.240, 1.285

Stoploss: below 1.130

Penutupan IHSG pada 14 Mei 2025

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meroket pada Rabu, 14 Mei 2025 usai libur panjang Waisak. IHSG melonjak hingga tembus 6.900 di tengah aksi beli saham oleh investor asing.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (15/5/2025), IHSG bertambah 2,15% ke posisi 6.979,88. Usai libur panjang Waisak 2025, IHSG berada di level tertinggi 6.987,78 dan level terendah 6.914,75.

Di tengah lonjakan IHSG, volume perdagangan saham mencapai 29,32 miliar saham dan nilai transaksi harian Rp 17,93 triliun. Total frekuensi perdagangan 1,47 juta kali. Seiring kenaikan IHSG tersebut, kapitalisasi pasar saham BEI mencapai Rp 12.111 triliun.

Sembilan sektor saham menguat yang didorong sektor saham energi. Sektor saham energi bukukan penguatan sebesar 3,07%. Lalu sektor saham keuangan dan sektor transportasi dan logistik masing-masing menguat 2,54% dan 2,11%.

Sementara itu, dua sektor melemah yakni sektor saham teknologi turun 0,09% dan sektor saham barang kesehatan susut 0,08%.

Selain itu, investor asing mencetak aksi beli saham mencapai Rp 2,83 triliun. Namun, investor asing masih melakukan aksi jual saham mencapai Rp 51,01 triliun.

Sentimen IHSG pada 14 Mei 2025

Sejumlah sentimen mempengaruhi laju IHSG pada Rabu, 14 Mei 2025. Salah satunya Amerika Serikat (AS) dan China yang sepakat pangkas tarif selama 90 hari.

“Bursa saham regional Asia bergerak variasi yang dipicu meredanya ketegangan perdagangan antara AS dan China seputar perdagangan global, setelah AS dan China sepakat untuk menurunkan tarif selama periode 90 hari, serta terkait pemangkasan suku bunga acuan The Fed," kata  Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dikutip dari Antara, Rabu (14/5/2025).

Pertemuan delegasi AS dengan China di Geneva, Swiss, pada akhir pekan lalu menghasilkan kesepakatan tarif, yang mana AS menurunkan tarif Impor China dari 145 persen menjadi 30 persen dan China menurunkan tarif Impor AS dari 125 persen menjadi 10 persen.

Namun demikian, pelaku pasar masih melihat adanya ketidakpastian atas hasil kesepakatan antara AS dengan China, dengan negosiasi lebih lanjut diharapkan dilakukan dalam beberapa pekan mendatang.

Presiden AS Donald Trump mengatakan akan berbicara langsung dengan Presiden China Xi Jinping dalam beberapa hari mendatang.

 

Sentimen IHSG Lainnya

Di sisi lain, pelaku pasar mulai menurunkan harapan mereka mengenai pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada tahun ini, setelah AS dan China mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif dan meredakan ketegangan dalam perang dagang.

Saat ini, pelaku pasar hanya memperkirakan akan ada dua kali pemangkasan suku bunga yang terjadi pada 2025. Sebelumnya, Goldman Sachs dan Barclays memperkirakan pemangkasan suku bunga terjadi pada September 2025, bukan Juli 2025.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menyampaikan Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2025 tercatat sebesar 248,3 atau tumbuh 5,5 persen (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2025 sebesar 2,0 persen (yoy).

Kenaikan IPR memberikan implikasi sebagai indikator positif bagi perekonomian, dan menunjukkan bahwa sektor ritel mungkin mengalami pemulihan atau pertumbuhan yang stabil, hal ini seiring peningkatan kepercayaan konsumen dan aktivitas belanja.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.