Produsen Permen Yupi Kantongi Laba Rp 167,22 Miliar hingga Kuartal I 2025

PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) membukukan pendapatan turun 9,37%, tetapi laba naik 8,44% hingga kuartal I 2025.

Diterbitkan 11 Mei 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) membukukan kinerja keuangan beragam sepanjang kuartal I 2025. Perseroan mencatat pendapatan menurun, tetapi laba naik hingga Maret 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (11/5/2025), PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk meraup pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Rp 699,65 miliar hingga kuartal I 2025. Pendapatan turun 9,37% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 772,05 miliar.

Beban pokok penjualan susut 10,15 persen dari Rp 515,17 miliar menjadi Rp 462,84 miliar hingga kuartal I 2025.

Namun, laba bruto terpangkas 7,81% menjadi Rp 236,81 miliar hingga Maret 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 256,88 miliar.

Perseroan mencatat beban penjualan turun menjadi Rp 33,11 miliar hingga Maret 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 47,36 miliar. Beban umum turun menjadi Rp 25,66 miliar hingga kuartal I 2025 dari periode kuartal I 2024 sebesar Rp 27,23 miliar.

Perseroan mencatat pendapatan usaha lainnya naik menjadi Rp 27,07 miliar hingga Maret 2025 dari Maret 2024 sebesar Rp 15,43 miliar. Beban usaha lainnya turun menjadi Rp 186,47 juta hingga Maret 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 888,88 juta.

Seiring hal itu, Perseroan mencatat kenaikan laba usaha sebesar 4,11% menjadi Rp 204,92 miliar hingga Maret 2025. Pada periode sama tahun sebelumnya, laba usaha Perseroan tercatat Rp 196,83 miliar.

PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 8,44% menjadi Rp 167,22 miliar hingga kuartal I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 154,20 miliar.

Dengan demikian, laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 20 hingga kuartal I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 19.

Total ekuitas tercatat Rp 3,01 triliun hingga Maret 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 2,24 triliun. Liabilitas Perseroan naik menjadi Rp 469,57 miliar hingga kuartal I 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 428,40 miliar.

Aset Perseroan naik menjadi Rp 3,48 triliun hingga Maret 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 2,67 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas sebesar Rp 1,49 triliun pada kuartal I 2025 dari periode Desember 2024 sebesar Rp 579,32 miliar.

Transaksi Saham YUPI Sentuh Rp 18,4 Triliun di Pasar Negosiasi

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan pada perdagangan sesi pertama, Rabu (26/3/2025). Penguatan IHSG terjadi di tengah transaksi harian saham sentuh Rp 27,1 triliun dan seluruh sektor saham menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG melambung 3,35 persen ke posisi 6.444,79 pada penutupan perdagangan sesi pertama. Indeks LQ45 naik 4,32 persen menjadi 727,10. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.463,81 dan level terendah 6.312,96. Sebanyak 490 saham menguat sehingga angkat IHSG. 134 saham melemah dan 164 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 669.605 kali dengan volume perdagangan 19,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 27,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.575.

Di pasar negosiasi, transaksi harian saham PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) tembus Rp 18,4 triliun. Harga saham YUPI di pasar negosiasi  turun 4,78 persen ke posisi Rp 2.390 per saham. Total frekuensi perdagangan 2 kali dengan volume perdagangan 76.900.398 saham.

Sedangkan di pasar regular, saham YUPI susut 3,35 persen ke posisi Rp 2.310 per saham. Harga saham YUPI dibuka turun 20 poin ke posisi Rp 2.370 per saham. Saham YUPI berada di level tertinggi Rp 2.390 dan level terendah Rp 2.310 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.474 kali dengan volume perdagangan 76.936.080 saham. Nilai transaksi harian Rp 18,4 triliun.

 

Sektor Saham

Harga saham BMRI ditutup naik 6,54 persen ke posisi Rp 5.050 per saham pada sesi pertama. Harga saham BMRI dibuka naik ke posisi Rp 4.980 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 4.740 per saham. Harga saham BMRI berada di level tertinggi Rp 5.150 dan terendah Rp 4.930 per saham. Total frekuensi perdagangan 38.874 kali dengan volume perdagangan 3.328.405 saham. Nilai transaksi Rp 1,7 triliun.

Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham basic menguat 4,03 persen, dan memimpin penguatan. Sektor saham energi naik 2,62 persen, sektor saham industri bertambah 2,11 persen, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 2,14 persen. Selain itu, sektor saham consumer siklikal menanjak 2,22 persen, sektor saham kesehatan menanjak 0,70 persen, sektor saham keuangan bertambah 2,96 persen.

Kemudian sektor saham properti melesat 2,14 persen, sektor saham teknologi mendaki 1,65 persen, sektor saham infrastruktur naik 2,71 persen dan sektor saham transportasi melesat 2,82 persen.

Â