WEHA Raup Pendapatan Rp 70 Miliar di Kuartal I-2025, Laba Anjlok 34%

Pendapatan Weha Transportasi Indonesia di kuartal I-2025 ini tercatat sebesar Rp 70,29 miliar. Angka tersebut naik sekitar Rp 7 miliar dari capaian Q1 2024 lalu sebesar Rp 63,29 miliar.

Diperbarui 30 April 2025, 14:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 70,29 miliar pada kuartal I-2025 ini. Angka ini naik 11 persen dari periode yang sama tahun lalu.

"Untuk posisi di kuartal pertama, kita sudah menerbitkan laporan keuangan kita kemarin, revenue kita naik 11 persen," ungkap Direktur WEHA, Edgar Surjadi dalam Public Expose perusahaan secara virtual, Rabu (30/4/2025).

Adapun, jumlah pendapatan Weha Transportasi Indonesia di kuartal I-2025 ini tercatat sebesar Rp 70,29 miliar. Angka tersebut naik sekitar Rp 7 miliar dari capaian Q1 2024 lalu sebesar Rp 63,29 miliar.

Sementara itu, emiten layanan transportasi ini mencatatkan penurunan laba kotor (gross profit) sebesar 8 persen. Pada kuartal I-2025 , gross profit WEHA tercatat sebesar Rp 20,95 miliar, turun dari Rp 22,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

"Gross profit kita mengalami sedikit penurunan. Karena majunya bulan puasa, jadi kita memang kalau bulan puasa mengalami sedikit pelambatan dalam pendapatan," kata Edgar.

Laba bersih (net profit) perusahaan juga menunjukkan penurunan 34 persen dari Rp 4,01 miliar di kuartal I-2024 menjadi Rp 2,63 miliar pada kuartal I-2025 ini. Meski begitu, EBITDA perusahaan naik 1 persen dari Rp 18,22 miliar pada kuartal I-2024 menjadi Rp 18,37 miliar di kuartal I-2025.

"Net profit kita turun 34 persen, EBITDA tapi kita masih naik tipis 1 persen," terangnya.

Kinerja 2024

Adapun, sepanjang 2024, WEHA menunjukkan kinerja keuangan yang cukup baik. Pendapatan perusahaan mencapai Rp 304,36 miliar atau naik 14 persen dari 2023.

Kemudian, gross profit perusahaan juga naik tipis 4 persen dari Rp 107,72 miliar di 2023 menjadi Rp 112,51 miliar pada 2024.

Sedangkan, net profit WEHA turun 11 persen dari Rp 31,73 miliar di 2023 menjadi Rp 28,26 miliar pada 2024. Kendati catatan EBITDA masih naik 9 persen dari Rp 85,16 miliar di 2023 jadi Rp 93,04 miliar pada 2024.

Laba WEHA Melonjak 59% pada 2023, Armada Baru Jadi Penopang

Sebelumnya, PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) mengumumkan kinerja tahun buku 2023 yang berakhir pada 31 Desember 2023. pada periode tersebut, perseroan kembali mencatatkan kinerja yang sangat positif, di mana pendapatan WEHA meningkat sebesar 46% menjadi sebesar Rp 267 miliar dibandingkan tahun buku 2022 sebesar Rp 183 miliar.

"Ini merupakan pencapaian tertinggi Perseroan selama ini serta melampaui target yang dicanangkan sebelumnya sebesar Rp 260 miliar," kata Direktur Finance & Accounting PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk, Edgar Surjadi dalam keterangan resmi, Senin (25/3/2024).

Seperti diketahui perseroan mempunyai 3 lini usaha yaitu bus charter, Intercity shuttle dan logistik, serta open trip. ketiga lini usaha tersebut membukukan kinerja pendapatan yang positif. Pendapatan segmen bus charter meningkat dari Rp 84,1 miliar pada 2022 menjadi Rp 111,6 miliar pada 2023 atau meningkat sebesar 33%.

Pendapatan segmen intercity shuttle meningkat dari Rp 91,3 miliar pada 2022 menjadi Rp 144,8 miliar pada 2023 atau meningkat sebesar 59%. Untuk segmen open trip pada 2023 juga meningkat sebesar 38% menjadi Rp 10,3 miliar dibandingkan raihan pada 2022 sebesar Rp 7,5 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, beban pokok pendapatan pada 2023 naik menjadi Rp 159,4 miliar dari RP 105,33 miliar pada 2022. Meski begitu, perseroan berhasil membukukan laba bruto RP 107,72 miliar pada 2023, masih naik dibanding laba bruto pada 2022 yang tercatat sebesar Rp 78,1 miliar.

Bersamaan dengan itu, perseroan membukukan beban usaha Rp 61,59 miliar atau naik dari Rp 49,2 miliar pada 2022. Beban lain-lain bersih juga mengalami kenaikan menjadi Rp 5,4 miliar pada 2023 dibanding Rp 25,66 miliar pada 2022.

Aset Juga Naik

Setelah dikurangi beban pajak, perseroan berhasil mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 31,7 miliar. Laba itu meningkat sebesar 59% dibandingkan tahun sebelumnya, di mana laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp 19,9 miliar.

"Laba tersebut juga merupakan pencapaian perseroan yang terbaik selama ini dan pencapaian ini melampaui target yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp 30 miliar. EBITDA Perseroan juga meningkat sebesar 55%, dari Rp 55 miliar pada 2022 menjadi Rp 85 miliar pada 2023," ungkap Edgar.

Aset perseroan sampai dengan 30 Desember 2023 naik menjadi Rp 351,82 miliar dari Rp 291,61 miliar pada 2022. Liabilitas pada 2023 naik menjadi RP 123,68 miliar dari Rp 94,88 miliar pada 2022. Bersamaan dengan itu, ekuitas pada 2023 naik menjadi Rp 228,14 miliar dari Rp 196,73 miliar pada 2022.

 Â