Sukses

Update Spin Off Unit Usaha Syariah BTN, Sudah Sejauh Mana?

Liputan6.com, Jakarta Unit usaha syariah (UUS) BTN atau PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mengantongi pertumbuhan laba bersih mencapai Rp 702,33 miliar pada 2023. Jumlah tersebut melesat 110,5% dibandingkan perolehan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp 333,6 miliar.

Dari sisi aset, BTN syariah mengalami lonjakan sebesar 19,79% menjadi Rp 54,3 triliun pada 2023 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 45,3 triliun. 

Terkait pertumbuhan aset BTN syariah yang telah mencapai lebih dari Rp 50 triliun, Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu memberikan update terkait progres Spin Off BTN Syariah. 

“Aset BTN Syariah sudah lebih dari Rp 50 triliun membuat perseroan memiliki kewajiban untuk melakukan spin off BTN Syariah dan mendirikan BUS,” kata Nixon dalam paparan kinerja Bank BTN, Senin (12/2/2024).

Nixon mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan Due Diligence kepada salah satu target incaran Bank BTN yang diharapkan prosesnya selesai pada April 2024. 

Nixon menambahkan ada empat aspek Due Diligence yang saat ini tengah dilakukan yaitu terkait Finansial Portofolio, Hukum dan Kontrak, Aspek Teknologi, serta kesiapan SDM. 

“Yang lainnya sedang menyusul, kami belum bisa beri laporan karena ini selesai pada April. Nanti April kita jelaskan setelah selesai Due Diligence. Kami sekarang fokus ke target ini dulu,” jelas Nixon.

Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 Tahun 2023 menjelaskan jika total aset UUS lebih dari Rp 50 triliun, maka wajib melakukan pemisahan dengan tahapan tertentu. OJK mengatur batas waktu penyampaian persetujuan pemisahan paling lama 2 tahun. 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Aset BTN Syariah Diprediksi Tembus Rp 50 Triliun di Akhir 2023

Aset Unit Usaha Syariah (UUS) milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN diyakini bakal melampaui posisi Rp 50 triliun per akhir 2023. Posisi tersebut ditopang penyaluran pembiayaan yang melesat sepanjang 2023.

Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan per November 2023, aset BTN Syariah telah mencapai Rp49 triliun.

“Sejalan dengan adanya stimulus Pemerintah di sektor perumahan dan minat masyarakat yang tinggi ke pembiayaan syariah, saya optimistis aset BTN Syariah bakal tembus di atas Rp50 triliun pada akhir 2023,” jelas Nixon di Jakarta, Rabu (24/1/2024).

Peningkatan aset BTN Syariah tersebut juga mencatatkan rekam jejak yang cemerlang. Terhitung sejak 2018 hingga 2022, BTN Syariah mencatatkan tingkat pertumbuhan aset per tahun selama lima tahun terakhir (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 9,8%.

Nixon menyebutkan angka pasti posisi aset BTN Syariah akan segera disampaikan dalam paparan kinerja full year 2023.

Kualitas Pembiayaan Terjaga

Nixon juga memastikan di samping pembiayaan yang terus melesat, kualitas pembiayaan BTN Syariah tetap terjaga. Dengan kualitas pertumbuhan pembiayaan yang terjaga tersebut, Nixon meyakini BTN Syariah akan mampu menjadi salah satu bank syariah besar yang dapat melayani berbagai kebutuhan nasabah untuk memiliki rumah dengan skema pembiayaan syariah.

“BTN Syariah memiliki infrastruktur pembiayaan syariah yang kuat serta jaringan mitra developer yang luas, sehingga kami yakin dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia untuk memiliki hunian dengan pembiayaan berskema syariah,” tutur Nixon.

 

3 dari 3 halaman

Sudah Memenuhi Syarat

Adapun, dengan posisi aset tersebut, maka UUS Bank BTN telah memenuhi syarat untuk melakukan spin-off. Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 12 Tahun 2023 menyebutkan jika total aset UUS lebih dari Rp50 triliun, maka wajib melakukan pemisahan dengan tahapan tertentu.

OJK juga mengatur batas waktu penyampaian persetujuan pemisahan yakni paling lama 2 tahun setelah batas penyampaian laporan publikasi triwulanan.

Sebelumnya, dari laporan keuangan per September 2023, menunjukkan bisnis BTN Syariah masih didominasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berbasis syariah atau KPR BTN iB, baik subsidi maupun non-subsidi. Komposisi KPR syariah menempati 92,53% dari total pembiayaan BTN Syariah atau setara Rp33,11 triliun per September 2023.

KPR BTN Bersubsidi iB yang menyasar segmen subsidi mencatatkan pertumbuhan penyaluran hingga 21,67% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp22 triliun per September 2023. Sementara itu, KPR BTN iB non-subsidi tumbuh 15,32% yoy menjadi Rp11,11 triliun per September 2023.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini