Sukses

Anak Usaha NFCX Gandeng PLN untuk Penempatan Stasiun Sistem Ganti Baterai

Liputan6.com, Jakarta - PT Energi Selalu Baru (ESB), anak usaha PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), member dari grup PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), bekerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk penempatan stasiun Sistem Ganti Baterai (SGB) motor listrik Volta di properti milik PLN.

ESB merupakan perusahaan yang berfokus pada pengembangan teknologi dan infrastruktur kendaraan listrik, khusunya stasiun Sistem Ganti Baterai motor listrik Volta. Kerja sama penambahan stasiun SGB di Indonesia yang terjalin antara ESB dan PLN merupakan tindak lanjut dari penandatanganan perjanjian kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya.

Inisiatif kolaboratif ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Kini SGB sendiri telah tersedia di lebih dari 250 titik di berbagai wilayah di Indonesia, adanya kerja sama tentu berpotensi memperluas lokasi SGB di ratusan titik lokasi kantor PLN

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengatakan, pihaknya selalu menyambut baik tiap kolaborasi dalam upaya transisi energi, PLN tidak dapat melakukannya sendiri dalam upaya akselerasi ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

"Kami membuka kerja sama seluas-luasnya dalam transisi energi, apalagi untuk mendorong ekosistem kendaraan listrik. Ekosistem ini akan mengubah paradigma bahwa energi yang kotor bisa menjadi bersih, energi yang tadinya mahal menjadi murah, bahkan energi yang tadinya impor menjadi energi berbasis domestik," kata Darmawan dalam keterbukaan informasi, Jumat (24/3/2023).

Chief Executive Officer (CEO) PT Energi Selalu Baru Iwan Suryaputra menuturkan, kerja sama ini adalah wujud nyata dari komitmen ESB guna mendukung kenyamanan pengguna dalam berkendara dengan motor listrik Volta dengan menyediakan infrastruktur sistem ganti baterai motor listrik yang masif di seluruh Indonesia.

 

2 dari 4 halaman

Perluas Akses Masyarakat Tukar Baterai

Ia menuturkan, penambahan SGB di area milik PLN merupakan langkah penting dalam meningkatkan dan memperluas aksesibilitas masyarakat dalam melakukan penukaran baterai motor listrik Volta. Melalui sinergi yang terjalin dengan PLN, kami dapat menyediakan solusi infrastruktur ganti baterai secara cepat, dekat, dan mudah, yang juga dibutuhkan dalam mengakselerasi transisi ke kendaraan listrik. 

"Kami juga percaya bahwa kolaborasi penguatan infrastruktur dan ekosistem kendaraan listrik yang dilakukan dengan semua pihak akan secara langsung berdampak positif bagi lingkungan," kata Iwan.

Pada tahap awal kerja sama, SGB akan tersedia di Kantor PLN UP3 Serpong, UP3 Cikupa, UP3 Cikokol, UP3 Teluk Naga, UP3 Banten Utara, UP3 Banten Selatan, dan Kantor UP2D.

Meluasnya kehadiran SGB sebagai SPBKLU tentu merupakan jawaban kebutuhan bagi para pengendara motor listrik Volta agar proses pergantian baterai bisa lebih dekat dan cepat. Terlebih lagi, adanya keputusan pemberian subsidi dari Pemerintah untuk pembelian sepeda motor listrik baru sebesar Rp 7 juta per unit sepeda motor untuk 200.000 unit pada 2023, akan meningkatkan jumlah pengguna motor listrik Volta. 

 

3 dari 4 halaman

Masyarakat Diberi Kemudahan

Volta mendapatkan subsidi karena memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40 persen, yakni sebesar 47,36 persen.

Dalam kerja sama ini, PLN akan menyediakan lahan lokasi di kantor PLN untuk stasiun SGB, mendukung pasokan daya dan penyambungan listrik, dan menangani gangguan listrik di lokasi SGB, hingga pengamanan stasiun 5GB itu sendiri. Sedangkan ESB menjadi penyedia infrastruktur stasiun SGB yang sekaligus bertanggung jawab dalam pembangunan SGB.

Tak berhenti pada penempatan stasiun SGB di area milik PLN, SGB juga akan terintegrasi dalam Electric Vehicle Digital Services (EVDS) yang merupakan platform digital one stop services ekosistem kendaraan listrik, di aplikasi PLN Mobile.

Dengan integrasi ini, masyarakat diberikan kemudahan karena dapat melihat lokasi SGB, hingga melakukan transaksi ganti baterai di PLN Mobile. Sinergi yang terjalin diharapkan dapat mengakselerasi penggunaan kendaraan listrik oleh masyarakat seiring dengan penguatan infrastruktur kendaraan listrik yang dibangun PLN bersama dengan ESB-Volta.

4 dari 4 halaman

Luhut: 2 Tahun Lagi Indonesia Juara Baterai Mobil Listrik

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Termasuk baterai lithium sebagai salah satu komponen yang paling penting.

Menko Luhut berujar, dalam waktu dekat Indonesia akan berada lebih maju diantara negara tetangga mengenai pengembangan ekosistem baterai mobil listrik. Diketahui, dia adalah satu sosok yang paling bersikukuh investasi mobil listrik di Indonesia harus menyeluruh dari hulu ke hilir.

"Saya percaya diri 2 tahun lagi, kita bisa lakukan ini, atau diawal 2025 mendatang. Ekosistem sekarang lagi berjalan kita kembangkan ekosistem," kata dia dalam Indonesia Leading Economic Forum 2023, Selasa (14/3/2023).

Mengenai keseriusan menggarap ekosistem kendaraan listrik ini, Menko Luhut mengaku kerap mendapat pujian dari negara tetangga. Salah satunya Indonesia disebut jauh lebih maju.

Kendati begitu, Menko Luhut tidak merinci darimana pujian itu diddapatkannya.

"Setiap orang negara tetangga bilang ke saya, 'Indoneisa berada jauh di depan negara kita', soal ekosistem dari baterai lithium," ujarnya.

Sebuah ekosistem juga menurut dia, jadi bagian dari hilirisasi bahan tambang yang dimiliki Indonesia. Misalnya nikel yang jadi satu bahan baku untuk menuju ke baterai lithium.

"Kalau kamu lihat hilirisasi akan berkontribusi pada iron steel industri, ini yang akan terjadi," tegas Luhut.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.