Sukses

Isra Presisi Catat Saham Perdana di BEI Hari Ini 9 Desember 2022

Liputan6.com, Jakarta - PT Isra Presisi Indonesia Tbk mencatatkan saham perdana di papan akselerasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat, (9/12022).

PT Isra Presisi Indonesia Tbk sebagai perusahaan tercatat ke-58 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2022. Perseroan memakai kode saham ISAP dan mencatatkan saham 4,02 miliar saham. Rincian saham yang dicatatkan itu terdiri dari saham pendiri sebesar 2,52 miliar dan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) sebesar 1,5 miliar saham atau setara 37,31 persen.

Perseroan menetapkan harga saham Rp 96 dengan nilai nominal Rp 10 per saham. Perseroan meraup Rp 144 miliar dari IPO. Dana hasil IPO antara lain sebagai modal kerja , dan sisanya modal kerja operasional untuk pembelian bahan baku, bahan pembantu, listrik dan pembayaran gaji karyawan.

Perseroan juga menawarkan waran sebesar 750 juta waran dengan harga pelaksanaan waran seri I sebesar Rp 125 per saham. Rasio waran tersebut 2:1.

Setiap pemegang dua saham baru Isra Presisi Indonesia berhak memperoleh satu waran seri I di mana setiap satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.

Adapun waran seri I diberikan cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Jadwal Waran

Waran seri I yang diterbitkan mempunya jangka waktu lima tahun sejak tanggal pencatatan waran seri I di bursa efek hingga ulang tahun kelima terhitung sejak pencatatan waran seri I.

“Dana hasil pelaksanaan waran seri I adalah untuk modal kerja yang akan digunakan untuk pembiayaan kebutuhan operasional sehari-hari,” tulis perseroan.

Perseroan telah menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek.

Untuk jadwal waran:

-Tanggal pencatatan saham dan waran seri I pada 9 Desember 2022

-Tanggal mulai perdagangan saham dan waran seri I pada 9 Desember 2022

-Periode akhir perdagangan waran seri I

Pasar regular dan negosiasi pada 6 Desember 2027

Pasar tunai pada 8 Desember 2027

-Periode awal pelaksanaan waran seri I pada 9 Juni 2023

-Periode akhir pelaksanaan waran seri I pada 9 Desember 2027

3 dari 4 halaman

Buka Jalan Tambah Modal

Sebelumnya, PT Isra Presisi Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang industri mesin dan perkakas mesin untuk pengerjaan logam, optimistis aksi penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) akan mendorong pertumbuhan bisnis perseroan.

"Kami melihat pasar modal sebagai sumber pendanaan yang tepat untuk menambah modal kerja sehingga mendorong pertumbuhan Isra,” kata Direktur Utama PT Isra Presisi Indonesia Asrullah dalam keterangan di Jakarta, Senin (7/11/2022).

Sementara itu Direktur PT Isra Presisi Indonesia Imam Hozali mengatakan, perusahaan yang merupakan binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) itu juga memiliki peluang besar dalam mengembangkan pasar.

Perseroan telah menjadi binaan YDBA selama 11 tahun, sekaligus menjadi pemasok komponen kepada Grup Astra.

"Selain sebagai perusahaan binaan YDBA, kami juga merupakan perusahaan pasangan usaha PT Astra Mitra Ventura. Setiap tiga tahun, kami di assessment ulang oleh YDBA. Kami juga mendapat penghargaan dari YDBA sebagai UKM Mandiri Manufaktur Terbaik 2018," ujar Imam.

Imam menilai, prospek bisnis komponen otomotif dan alat berat masih sangat potensial pada 2022 maupun tahun depan. "Kapasitas pabrik kami saat ini sudah over capacity," kata Imam.

Optimisme tersebut mencuat seiring pertumbuhan produksi alat berat dan komponennya yang diproyeksikan mencapai 30-40 persen pada 2022.

Berdasarkan data dari Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi), produksi 2022 akan berkisar di angka 8.000 unit.

4 dari 4 halaman

Target Jualan Kendaraan

Sementara itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil sebanyak 900 ribu unit pada 2022, sedangkan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menargetkan penjualan 5,4 juta motor.

"Pada 2022, Isra Presisi Indonesia menargetkan pendapatan bertumbuh seiring pertumbuhan industri komponen otomotif dan alat berat," ujar Imam.

Isra Presisi Indonesia menyediakan dies, mould, checking fixture, stamping part, dan injection moulding kepada Astra Group, tier 1 dan 2 Astra Group, sesuai dengan spesifikasi dan jumlah pesanan.

Saat ini, perseroan memiliki dan mengoperasikan dua pabrik di Kawasan Industri Delta Silicon III Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS