Sukses

IHSG Berpeluang Koreksi, Cermati Rekomendasi Saham Hari Ini 23 September 2022

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Jumat, (23/9/2022).

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, IHSG masih terlihat belum beranjak dari rentang konsolidasi. Pola pergerakan IHSG masih belum menunjukkan tanda-tanda kekuatan naik yang dapat mengimbangi tekanan turun yang terjadi, tetapi peluang koreksi masih dapat terus dimanfaatkan oleh investor untuk akumulasi pembelian terutama untuk saham-saham yang berfundamental kuat.

"Hari ini IHSG berpotensi melemah di kisaran 7.123-7.273,” ujar William dalam catatannya

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pada perdagangan, 22 September 2022, IHSG ditutup menguat 0,4 persen ke 7.218 disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, tetapi penguatan IHSG masih tertahan oleh MA20.

"Posisi IHSG masih berada di awal wave (c) dari wave [y] dari wave B, di mana hal tersebut berarti pergerakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang area 6.872-7.065, pun menguat nampaknya IHSG akan menguji 7.230-7.250,” ujar dia

Ia prediksi, level support IHSG di 7.073,7.015 dan resistance di 7.252,7.355

Untuk rekomendasi saham hari ini yang dapat dicermati pelaku pasar, Herditya memilih saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), dan PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL).

Sedangkan William memilih saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Astra International Tbk (ASII). Sedangkan William memilih saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal saham dari MNC Sekuritas:

1.PT Adaro Energy Tbk (ADRO) - Buy on Weakness (4.100)

Saham ADRO ditutup menguat cukup signifikan, sebesar 4,9 persen ke level 4.100 pada perdagangan 22 September 2022, penguatan saham ADRO pun disertai dengan adanya peningkatan volume perdagangan.

“Kami perkirakan, posisi ADRO saat ini sedang berada di awal wave [v] dari wave 5 sehingga ADRO berpeluang melanjutkan penguatannya,” kata dia.

Buy on Weakness: 3.960-4.050

Target Price: 4.240, 4.500

Stoploss: below 3.800

 

2.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) - Buy on Weakness (4.560)

Saham BBRI ditutup menguat 0,2 persen ke level 4.560 pada perdagangan 22 September 2022, pergerakan saham BBRI pun masih sanggup berada di atas MA20 meskipun volume cenderung mengecil.

“Kami perkirakan, posisi BBRI saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [y], sehingga BBRI masih rawan terkoreksi dan dapat digunakan untuk BoW,” tutur dia.

Buy on Weakness: 4.420-4.520

Target Price: 4.700, 4.830

Stoploss: below 4.380

 

3.PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) - Buy on Weakness (1.140)

Saham ESSA ditutup menguat 3,6 persen ke level 1.140 pada perdagangan 22 September 2022, tetapi penguatan saham ESSA masih tertahan oleh MA20.

“Kami perkirakan, pada skenario terbaiknya, posisi ESSA sedang berada pada awal wave C dari wave (B), sehingga ESSA masih berpeluang melanjutkan penguatannya,” tutur dia.

Buy on Weakness: 1.095-1.120

Target Price: 1.265, 1.400

Stoploss: below 1.050

 

4.PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) - Buy on Weakness (630)

Pada 22 September 2022, saham MTDL ditutup menguat 2,4 persen ke level 630, penguatan MTDL pun disertai dengan munculnya tekanan beli.

“Kami perkirakan, posisi MTDL masih berada pada bagian dari wave [c] dari wave B sehingga MTDL rawan terkoreksi namun sudah cenderung terbatas dan dapat digunakan untuk BoW,” kata dia.

Buy on Weakness: 590-620

Target Price: 665, 710

Stoploss: below 585

3 dari 4 halaman

Penutupan IHSG pada 22 September 2022

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau di tengah kenaikan suku bunga acuan 50 basis poin (bps) oleh Bank Indonesia (BI) pada Kamis, 22 September 2022. Mayoritas sektor saham menghijau sehingga dukung penguatan IHSG.

Mengutip data RTI, IHSG menguat 0,43 persen ke posisi 7.218,90. Indeks LQ45 menanjak 0,33 persen ke posisi 1.032,64. Sebagian besar indeks acuan menghijau. Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.225,55 dan terendah 7.127,45. Sebanyak 277 saham menguat dan 233 saham melemah. 185 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.424.766 kali dengan volume perdagangan 31 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 14,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.050.

Mayoritas sektor saham menghijau kecuali indeks sektor saham IDXhealth dan IDXtechno masing-masing turun 0,45 persen, serta indeks sektor saham IDXsiklikal tergelincir 0,37 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXenergy melambung 2,21 persen, dan pimpin penguatan. Diikuti indeks sektor saham IDXbasic menanjak 1,3 persen, indeks sektor saham IDXindustry mendaki 1,12 persen, indeks sektor saham IDXinfrastruktur menguat 0,65 persen, dan indeks sektor saham IDXtransportasi bertambah 0,55 persen.

Selain itu, indeks sektor saham IDXfinance menanjak 0,02 persen dan indeks sektor saham IDXproperty menguat 0,11 persen.

 

4 dari 4 halaman

Bursa Saham Asia

Bursa saham Asia juga anjlok pada perdagangan Kamis, 22 September 2022 setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) menaikkan suku bunga acuan. Ditambah the Fed beri sinyal dongkrak suku bunga lebih agresif sehingga berdampak ke bursa saham AS yang turun tajam.

Di sisi lain, yen Jepang menguat terhadap dolar AS ke posisi 140 setelah pengumuman intervensi terhadap mata uang. Bank sentral Jepang juga pertahankan suku bunga acuan sesuai dengan harapan.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng turun 1,61 persen ke posisi 18.147,95. Indeks Hang Seng teknologi melemah 1,7 persen. Indeks Shanghai susut 0,27 persen ke posisi 3.108,91. Indeks Shenzhen melemah 0,83 persen ke posisi 11.114,43.

Sementara itu, di Jepang, indeks Nikkei melemah 0,58 persen ke posisi 27.153,83. Indeks Topix susut 0,24 persen ke posisi 1.916,12. Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,63 persen ke posisi 2.332,31. Indeks Kosdaq tergelincir 0,46 persen ke posisi 751,41. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang merosot 1,39 persen. Sedangkan bursa saham Australia libur.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS