Sukses

IHSG Rawan Koreksi, Pantau Saham Pilihan Ini

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Jumat (27/5/2022).

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, pola pergerakan IHSG pada hari terakhir perdagangan pada pekan pendek terlihat masih akan berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan potensi tekanan minor. Hal ini untuk rentang jangka pendek, sedangkan peluang kenaikan masih terlihat dalam rentang jangka panjang.

"Capital inflow hingga jelang berakhirnya semester pertama belum terlihat cukup signifikan sehingga belum dapat mendongkrak kembali untuk kenaikan IHSG. Hari ini IHSG berpotensi tertekan,” ujar dia.

Ia prediksi, IHSG berada di kisaran 6.854-6.978 pada Jumat pekan ini.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG masih relatif sideways dan mencoba menguji resistance 6.972. Hal ini setelah IHSG turun 0,4 persen ke level 6.883 pada Rabu, 25 Mei 2022.

“Apabila IHSG belum mampu untuk menguat di atas 6.972, posisi IHSG saat ini akan mengarah ke 6.686-6.795 terlebih dahulu sebagai level koreksi terdekatnya,” tutur dia.

Ia menuturkan, koreksi IHSG akan relatif terbatas dan mampu break resistance untuk membentuk akhir dari wave B ke area 7.032.

Herditya prediksi, IHSG berada di level support 6.760-6.620 dan resistance 6.972,7.120 pada Jumat pekan ini.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Saham Pilihan dan Rekomendasi Teknikal

Untuk saham pilihan yang dapat dicermati pelaku pasar antara lain PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Sementara itu, William memilih saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dan PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA).

Sedangkan William memilih saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Berikut rekomendasi teknikalnya:

1.PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) - Buy on Weakness (1.970)

Saham AGII ditutup terkoreksi 1,5 persen ke level 1.970 pada perdagangan Rabu, 25 Mei 2022.

“Kami memperkirakan, posisi AGII saat ini sedang berada di akhir wave [i] dari wave 3 sehingga AGII akan rawan koreksi untuk membentuk wave [ii] dan dapat dimanfaatkan untuk BoW,” ujar dia.

Buy on Weakness: 1.835-1.880

Target Price: 2.100, 2.370

Stoploss: below 1.795

3 dari 4 halaman

Rekomendasi Teknikal Lainnya

2.PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Buy on Weakness (815)

Saham BRPT ditutup flat di level 815 pada perdagangan Rabu, 25 Mei 2022.

“Kami perkirakan, posisi BRPT saat ini sedang berada di awal dari uptrend wave [Y], hal tersebut berarti pergerakan BRPT berpeluang menguat selama tidak terkoreksi ke bawah 790 sebagai supportnya,” ujar dia.

Buy on Weakness: 800-815

Target Price: 890, 950

Stoploss: below 790

 

3.PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP) - Buy on Weakness (7.675)

Saham INKP ditutup terkoreksi 1,3 persen ke level 7.675 pada perdagangan Rabu, 25 Mei 2022, pergerakan saham INKP pun tertahan oleh cluster MA60 dan MA200.

“Kami memperkirakan, posisi INKP saat ini sedang berada di awal wave [ii] dari wave A dari wave (Y) sehingga INKP masih rawan koreksi terlebih dahulu dan dapat dimanfaatkan untuk BoW,” ujar dia.

Buy on Weakness: 7.300-7.525

Target Price: 7.925, 8.450

Stoploss: below 7.125

 

4. PT Telkom Indonesia Tbk TLKM - Buy on Weakness (4.200)

Saham TLKM ditutup menguat 1,2 persen ke level 4.200 pada perdagangan Rabu, 25 Mei 2022.

“Diperkirakan, posisi TLKM saat ini masih rawan terkoreksi untuk membentuk wave [y] dari wave A, manfaatkan koreksi tersebut untuk melakukan BoW,” ujar dia.

Buy on Weakness: 3.930-4.030

Target Price: 4.390, 4.500

Stoploss: below 3.850

 

4 dari 4 halaman

Penutupan IHSG pada 25 Mei 2022

Sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah hingga penutupan perdagangan Rabu, 25 Mei 2022. Di tengah koreksi IHSG, investor asing masih melakukan aksi beli saham dan rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat.

Pada penutupan perdagangan, IHSG melemah 0,44 persen ke posisi 6.883,50.  Indeks LQ45 merosot 0,63 persen ke posisi 1.009,51. Seluruh indeks acuan kompak tertekan.

Pada perdagangan Rabu, 25 Mei 2022, IHSG berada di level tertinggi 6.944,48 dan terendah 6.858,69. Sebanyak 320 saham melemah sehingga menekan IHSG. 198 saham menguat dan 180 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.396.096 kali dengan volume perdagangan 24,9 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 14,9 triliun. Investor asing beli saham Rp 145,12 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran Rp 14.573.

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali indeks sektor saham IDXhealth naik 0,68 persen dan indeks sektor saham IDXinfrastruktur menanjak 0,15 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXbasic merosot 1,38 persen dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXfinance melemah 0,90 persen dan indeks sektor saham IDXsiklikal merosot 0,39 persen.

Indeks sektor saham IDXproperty turun 0,22 persen dan indeks sektor saham IDXtransportasi melemah 0,20 persen.