Sukses

Bersama Digital Infrastructure Asia Tender Offer Sukarela Saham TBIG Rp 3.200

Liputan6.com, Jakarta -- Bersama Digital Infrastructure Asia Pte Ltd atau disebut BDIA akan melakukan penawaran tender sukarela atau tender offer atas saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Mengutip pengumuman dalam laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), ditulis Kamis (12/5/2022), Bersama Digital Infrastructure Asia Pte Ltd melakukan penawaran tender sukarela sebanyak-banyaknya 2.484.796.875 saham TBIG. Jumlah saham itu setara 10,97 persen dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam TBIG.

Adapun harga penawaran tender sukarela itu Rp 3.200 per saham. Dengan demikian, nilai penawaran tender itu maksimal Rp 7,91 triliun.

Periode penawaran tender sukarela ini akan dimulai pada 22 Juni 2022 pukul 09.00 WIB dan ditutup pada 22 Juli 2022 pukul 15.15 WIB. Dalam pelaksanaan penawaran tender ini telah ditunjuk perusahaan PT Indo Premier Sekuritas.

"Pihak yang berhak untuk turut serta dalam penawaran tender sukarela ini adalah pemegang saham publik yang telah melengkapi dan mengajukan semua dokumen yang dipersyaratkan untuk penawaran tender sukarela ini sebelum tanggal penutupan penawaran tender sukarela,” demikian mengutip dari pengumuman KSEI.

Adapun pemegang saham yang memiliki saham dengan warkat atau scrip dan berniat untuk menawarkan saham-sahamnya kepada BDIA wajib untuk membuka rekening efek pada perusahaan sekuritas atau bank kustodian dan konversikan saham dengan warkat tersebut menjadi saham tanpa wakrat selambat-lambatnya empat hari bursa sebelum tanggal penutupan penawaran tender sukarela.

Sebelumnya Bersama Digital Infrastructure Asia Pte Ltd yang semula bernama Provident Consolidated Holdings Pte Ltd membeli 14.132.718.048 saham dengan harga Rp 3.200 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi pembelian sekitar Rp 45,22 triliun.

Transaksi pembelian saham TBIG dilakukan pada 22,25 dan 26 April 2022. Tujuan dari transaksi tersebut untuk investasi dengan status kepemilikan langsung.

Dengan pembelian tersebut, manajemen PT Tower Bersama Infrastructure Tbk menyampaikan pemegang saham utama perseroan telah melakukan restrukturisasi kepemilikan saham pada perseroan, 9 Mei 2022.

“Namun, restrukturisasi kepemilikan saham ini tidak mengubah pihak pengendali akhir perseroan maupun pihak penerima manfaat akhir perseroan,” tulis perseroan.

Adapun hal tersebut tidak ada dampak kejadian, informasi dan fakta material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sebelumnya, perusahaan penyedia menara telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatatkan laba bersih Rp 1,55 triliun pada 2021, naik 53,42 persen dibanding laba bersih perseroan di 2020 yang sebesar Rp 1,00 triliun.

Hal tersebut disampaikan Tower Bersama Infrastructure melalui keterbukaan informasinya ke regulator Pasar Modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 21 Maret 2022.

Kenaikan laba bersih tersebut dihasilkan dari pertumbuhan pendapatan Tower Bersama Infrastructure sebesar 15,99 persen menjadi sebesar Rp 6,18 triliun pada 2021 dari sebelumnya sebesar Rp 5,33 triliun pada 2020.

Pendapatan Tower Bersama terbesar berasal dari sewa menara dari pihak ketiga yaitu dari PT Telekomunikasi Selular sebesar Rp 2,20 triliun, dan dari PT Indosat Tbk sebesar Rp 1,33 triliun. Sisanya dari PT XL Axiata Tbk sebesar Rp 975,93 miliar, PT Hutchison 3 Indonesia sebesar Rp 916,26 miliar, PT Smartfren Telecom Tbk sebesar Rp 439,73 miliar dan PT Smart Telecom sebesar Rp 270,49 miliar. Selain itu, terdapat pendapatan dari sumber lainnya  sebesar Rp 48,61 miliar.

Meski beban pokok pendapatan meningkat, beban usaha menurun, sehingga laba setelah pajak tercatat sebesar Rp 1,60 triliun, naik  50, 14 persen dari 2020 yang sebesar Rp 1,07 triliun.

Laba bersih per saham TBIG tercatat meningkat sebesar 53,41 persen menjadi Rp 74,25 per saham pada 2021 dibanding sebelumnya sebesar Rp 48,40 per saham pada 2020.

Aset Tower Bersama tercatat meningkat sebesar 14,65 persen menjadi sebesar Rp 41,87 triliun pada 2021 dibanding sebelumnya sebesar Rp 36,52 triliun pada 2020.

Adapun liabilitas Tower Bersama Infrastructure meningkat sebesar 17,87 persen menjadi sebesar Rp 32,08 triliun pada 2021, dibanding sebelumnya sebesar Rp 27,22 triliun pada 2020.

Sementara jumlah ekuitas perseroan hanya naik tipis sebesar 5,22 persen menjadi sebesar Rp 9,79 triliun pada 2021 dibanding sebelumnya sebesar Rp 9,30 triliun pada 2020.

 

2 dari 3 halaman

Kucurkan Pinjaman ke Anak Usaha

Sebelumnya, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menandatangani perjanjian pinjaman maksimal senilai Rp 2,2 triliun dengan anak usaha, PT Tower Bersama (TB).

Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Helmy Yusman Santoso menerangkan, pinjaman tersebut terdiri dari seri A sebesar Rp 1,7 triliun dan sisanya seri B Rp 500 miliar berjangka 3 tahun.

Pinjaman tersebut merupakan bentuk penggunaan dana dari penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan V Tower Bersama Infrastructure tahap III tahun 2022.

"Transaksi ini dilakukan sebagai penunjang kebutuhan pendanaan TB dalam rangka melunasi sebagian kewajiban keuangan TB," ungkap Helmy dalam keterbukaan informasi bursa, ditulis Selasa (8/3/2022).

TB dimiliki oleh perseroan dengan jumlah kepemilikan sebesar 99,99 persen. Sisanya 0,01 persen dimiliki oleh PT Tower One. Tower One juga merupakan salah satu anak perusahaan. TB sebagai penerima pinjaman wajib menggunakan dana pinjaman untuk melunasi sebagian kewajiban keuangan TB.

Di antaranya terkait dengan fasilitas pinjaman revolving dalam USD 275 juta facility agreement tertanggal 20 Januari 2021 yang akan dibayarkan kepada para kreditur melalui United Overseas Bank Ltd sebagai agen.

Per 11 Februari 2022, sald kewajiban keuangan Tower Bersamadalam fasilitas revolving dalam USD 275 juta facility agreement tercatat sebesar USD 265 juta atau setara Rp 3,8 triliun.

"Dengan telah dilakukan pembayaran fasilitas pinjaman tersebut kepada para kreditur melalui agen, maka saldo kewajiban TB atas fasilitas pinjaman revolving dalam USD 275 juta facility agreement akan menjadi sebesar USD 112,4 juta atau setara Rp 1,6 triliun,” ungkap Helmy.

Tidak ada penalti yang dikenakan atas pembayaran ini asumsi nilai kurs yang digunakan untuk mentranslasi kewajiban keuangan dalam mata uang dolar AS adalah nilai kurs tengah Bank Indonesia per 11 Februari 2022 sebesar Rp 14.344 per USD.

 

 

3 dari 3 halaman

Gerak Saham TBIG

Pada penutupan perdagangan Kamis, 12 Mei 2022, saham TBIG melemah 3,92 persen ke posisi Rp 2.940 per saham. Saham TBIG dibuka turun 10 poin ke posisi Rp 3.050 per saham.

Saham TBIG berada di level tertinggi Rp 3.060 dan terendah Rp 2.800 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.820 kali dengan volume perdagangan 773.005 saham. Nilai transaksi Rp 228 miliar.

Pada penutupan perdagangan, IHSG merosot 3,17 persen ke posisi 6.559,84. Indeks LQ45 melemah 3,13 persen ke posisi 993,34.

Seluruh indeks acuan tertekan. Pada Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.802,32 dan terendah 6.576,30. Sebanyak 480 saham melemah sehingga menekan IHSG. 97 saham menguat dan 112 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.464.451 kali dengan volume perdagangan 24 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 18,1 triliun. Investor asing jual saham Rp 721,36 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di posisi 14.582.

Seluruh sektor saham tertekan. Indeks sektor saham IDXtechno merosot 4,65 persen, dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXbasic melemah 3,31 persen dan indeks sektor saham IDXnonsiklikal merosot 3,12 persen.

Adapun sepanjang 2022, saham TBIG turun tipis 0,34 persen ke posisi Rp 2.940 per saham. Saham TBIG berada di level tertinggi Rp 3.170 dan terendah Rp 2.670 per saham. Total volume perdagangan 17.468.522.230 saham dengan nilai transaksi Rp 55,1 triliun. Total frekuensi perdagangan 325.166 kali.