Sukses

MSIN Ganti Nama Usai Raih Restu Izin Akuisisi Tiga Perusahaan

Liputan6.com, Jakarta - PT MNC Studios International Tbk (MSIN) telah mendapat restu pemegang saham untuk akuisisi tiga grup usaha MNC Grup. Tiga grup itu antara lain PT MNC Digital Indonesia (MDI), PT MNC OTT Network (OTT), dan PT MNC Portal Indonesia (MPI).

Sejalan dengan disetujuinya rencana akuisisi oleh pemegang saham, perseroan juga melakukan perubahan nama menjadi PT MNC Digital Entertainment Tbk, dan diperdagangkan dengan kode sama, MSIN.

"Hasil rapat yang pertama adalah perubahan nama dari PT MNC Studios International berubah menjadi PT MNC Digital Entertainment Tbk," ungkap Hary Tanoesoedibjo (HTS) yang kini menjabat Direktur Utama PT MNC Digital Entertainment Tbk, Jumat (11/3/2022).

Hary Tanoe menuturkan, perubahan nama perseroan merujuk pada basis bisnis entitas baru tersebut yang berfokus pada layanan digital.

"Perubahan ini karena MSIN yang baru atau MNC Digital merupakan seluruh digital bisnis dari MNC media yang merupakan konsolidasi dari semua entertaiment berbasis digital, yang disatukan di bawah nama baru di bawah MNC Digital Entertainment Tbk,” kata dia.

Perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar biasa (RUPSLB) dengan tiga agenda. Pertama yakni perubahan nama, kedua pergantian Direksi, dan ketiga adalah persetujuan akuisisi. Adapun Direktur Utama PT MNC Digital Entertainment Tbk sebelumnya yakni Ella Kartika menduduki posisi Direktur di MSIN.

"Saya, HTS duduk sebagai Direktur Utama yang tadinya adalah Ella Kartika, (sekarang) menjabat sebagai Direktur. Saya pimpin langsung,” kata Hary.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Gerak Saham MSIN

Pada penutupan perdagangan Jumat, 11 Maret 2022, saham MSIN naik 0,42 persen ke posisi Rp 6.000 per saham. Saham MSIN dibuka naik 75 poin ke posisi Rp 6.050 per saham.

Saham MSIN berada di level tertinggi Rp 6.250 dan terendah Rp 5.675 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.464 kali dengan volume perdagangan 24.437 saham. Nilai transaksi Rp 14,5 miliar.