Sukses

Transaksi Saham RMBA Sentuh Rp 2,7 Triliun di Pasar Negosiasi

Liputan6.com, Jakarta - Transaksi saham PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) signifikan di pasar negosiasi pada perdagangan Kamis (9/12/2021).

Mengutip data RTI, transaksi saham RMBA mencapai Rp 2,7 triliun di pasar negosiasi. Saham RMBA naik 292,16 persen ke posisi Rp 1.000 per saham.

Total frekuensi perdagangan saham satu kali dengan volume perdagangan 27.176.823. Saham RMBA ditransaksikan di posisi Rp 1.000 di pasar negosiasi. Kemungkinan transaksi saham RMBA seiring langkah tender offer perseroan terkait rencana go private.

Sebelumnya, PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) akan mengubah status perusahaan menjadi go private dan melakukan penghapusan pencatatan (delisting) saham perseroan.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) pun menyetujui sejumlah agenda termasuk persetujuan rencana go private pada Selasa, 28 September 2021.

RUPSLB PT Bentoel International Investama Tbk terdapat tiga agenda antara lain mengagendakan persetujuan atas rencana go private, persetujuan atas perubahan seluruh anggaran dasar perseroan sehubungan dengan peraturan status perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup.

Selain itu, pemberian wewenang kepada direksi perseroan untuk melakukan seluruh tindakan yang diperlukan untuk melaksanakan perubahan anggaran dasar perseroan. Selanjutnya perubahan susunan direksi perseroan.

Corporate Brand & ESG Manager PT Bentoel International Investama Tbk, Maria Melissa Riyani Putri mengatakan, RUPSLB tersebut kuorum dan mendapatkan persetujuan pemegang saham.

"Betul (kuorum). Ada tiga agenda persetujuan rencana go private, perubahan anggaran dasar sehubungan dengan perubahan status dari PT Tbk menjadi PT tertutup, dan pergantian Presiden Direktur dari sebelumnya Steven Pore ke Faisal Saif,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Adapun sebanyak 97,07 persen pemegang saham menyetujui agenda rencana go private. Ia menuturkan, langkah perseroan setelah RUPSLB, Bentoel International Investamaakan menjalankan langkah-langkah sesuai persyaratan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Jika OJK memberikan persetujuan, perusahaan berencana memulai (voluntary tender offer atau penawaran tender sukarela-red) VTO pada akhir Oktober 2021,” ujar dia.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Bentoel International Perpanjang Tender Offer

Sebelumnya, PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) memperpanjang penawaran tender (tender offer) atas saham perseroan hingga 31 Desember 2021 terkait go private. Perpanjangan tender offer itu untuk memberikan kesempatan bagi pemegang saham untuk ikut dalam tender offer.

Hal itu disampaikan Corporate Brand & ESG Manager PT Bentoel International Investama Tbk, Maria Melissa Riyani Putri saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Sabtu, 4 Desember 2021.

"Masih ada sebagian kecil saham yang masih dipegang oleh masyarakat. Perpanjangan periode tender offer adalah untuk memberikan kesempatan untuk shareholder yang masih bermaksud untuk berpartisipasi di dalam tender,” kata dia.

Ia mengatakan, perkembangan go private sangat baik. Perseroan menyatakan masih tinggal sedikit porsi saham yang masih dipegang oleh publik sehingga grup Bentoel memperpanjang tender offer hingga 31 Desember 2021. Ia menuturkan, pemegang saham RMBA masih ada kesempatan untuk partisipasi dalam proses tender ini.

“Sisa yang belum berpartisipasi setelah VTO batch 1 hanya tersisa 0,06 persen dari total jumlah saham yang beredar,” kata dia.

Maria mengatakan, pihaknya berupaya terus semaksimal mungkin agar pemilik saham yang tersisa ikut berpartisipasi dalam tender offer tahap dua. "Karena ini merupakan kesempatan yang langka dan sangat menguntungkan bagi pemilik saham,” kata dia.

Sebelumnya,  penawaran tender (tender offer) atas saham perusahaan tembakau PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) diperpanjang hingga 31 Desember 2021.

Hal tersebut disampaikan oleh Penerima Kuasa British American Tobacco (BAT PCA) Limited Filipus Rendy Lim Bertus melalui keterbukaan informasi yang disampaikan ke regulator, PT Bursa Efek Indonesia belum lama ini.

Perpanjangan penawaran tender dilakukan oleh BAT selama 31 hari terhitung sejak 1 Desember 2021-31 Desember 2021. Pembayaran kepada pemegang saham publik yang menerima Penawaran Tender dalam periode perpanjangan ini akan dilakukan pada 11 Januari 2022.

"BAT PCA saat ini sedang dalam proses melakukan penawaran tender atas saham-saham RMBA,"kata dia.

Awalnya proses Penawaran Tender sudah dimulai sejak 1 November 2021 dan direncanakan berakhir pada 30 November 2021.

Hingga 26 November 2021 pukul 15.00 WIB, telah diterima 481 penawaran, yang mewakili 2.702.716.273  saham atau setara dengan 98,7 persen dari saham publik RMBA sebesar 2.738.398.448  yang merupakan obyek dalam Penawaran Tender ini.

"Untuk meningkatkan tingkat partisipasi dari pemegang saham pubik RMBA dalam Penawaran Tender ini, BAT PCA memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu Penawaran Tender atas saham-saham RMBA. Perpanjangan ini dilakukan selama 31 hari terhitung sejak tanggal 1 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2021," kata dia.

Pembayaran kepada pemegang saham publik yang menerima Penawaran Tender dalam periode perpanjangan ini akan dilakukan pada 11 Januari 2022.

Hal ini dilaksanakan untuk memenuhi ketentuan Pasal 22 Peraturan OJK No.54/POJK.04/2015 tentang penawaran tender sukarela.