Sukses

Kinerja Zoom di Atas Harapan Berkat Fitur Baru

Liputan6.com, New York - Hasil kuartal III Zoom Video Communications melampaui perkiraan yang diumumkan Senin, 22 November 2021. Laporan keuangan Zoom yang tumbuh itu seiring ada peningkatan permintaan atas fitur terbaru yang mengadopsi model kerja hybrid.

Saat ini perusaahan memproyeksikan pendapatan dan laba  kuartal di atas ekspektasi. Di samping itu, perkiraan kenaikan estimasi pendapatan tahunan sekitar USD 4,08 miliar atau Rp 581, 7 triliun (asumsi kurs Rp 14.257 per dolar AS). Sebelumnya pendapatan 2020 hanya bernilai USD 4,01 triliun atau Rp 571,7 triliun.

Baru-baru ini Zoom meluncurkan platform acara (event platform) yang memungkinkan penyelenggaran bisnis dengan konferensi skala besar.

Apalagi telah hadir fitur Zoom Phone dan Zoom Rooms kian membantu perusahaan bersaing dengan rival platform konferensi saingan lainnya seperti Microsoft Teams, Cisco Webex, serta Slack. Demikian mengutip dari laman Channel News Asia, Selasa (23/11/2021).

Saham yang meroket di tengah pandemi COVID-19 ini meningkat 1 persen dalam perdagangan. Sebelumnya zoom telah kehilangan setidaknya 28 persen tahun ini akibat antusiasme investor terhadap saham Zoom berkurang.

Kondisi ini dipengaruhi oleh situasi pandemi COVID-19 yang mulai mereda dan orang-orang sudah kembali memulai aktivitas di luar ruangan.

Berdasarkan laporan entitas, laba per saham sebesar USD 1,11 atau setara Rp 15,8 ribu dan pendapatan senilai USD 1,05 miliar setara Rp 14,9 triliun pada kuartal ketiga yang berakhir pada Minggu, 31 Oktober 2021.

Pencapaian ini mengalahkan perkiraan Wall Street yang diproyeksikan laba per saham  adalah USD 1,09 atau Rp 15,5 ribu per saham sementara pendapatan senilai USD 1,02 miliar atau Rp 14,5 triliun.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Upaya Hasilkan laba Jangka Panjang

Zoom berupaya mengubah keuntungan jangka pendek dari situasi COVID-19 menjadi pengembalian finansial jangka panjang.

Dengan cara menarik pelanggan perusahaan guna akuisisi perusahaan perangkat lunak berbasis cloud Five9. Para pengguna adalah pelanggan dengan latar belakang kesepakatan yang gagal.

Perusahaan video conference menuturkan memiliki  512,1 ribu pelanggan pada akhir kuarta III. Jumlah ini menunjukan progres kenaikan sebanyak 18 persen dari tahun sebelumnya.

 

Reporter: Ayesha Puri