Sukses

Bursa Saham Asia Semringah, Indeks Nikkei Jepang Pimpin Penguatan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Senin pagi (1/11/2021). Sementara itu, data yang dirilis selama akhir pekan menunjukkan aktivitas manufaktur China pada Oktober 2021 untuk bulan kedua berturut-turut alami kontraksi.

Bursa saham Jepang memimpin kenaikan di bursa saham Asia. Hal ini seiring indeks Jepang Nikkei 225 menguat 2,01 persen pada awal sesi perdagangan. Indeks Topix menanjak 1,57 persen.

Indeks Korea Selatan Kospi menguat 0,39 persen. Indeks ASX 200 di Australia mendaki 0,33 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang cenderung mendatar. Demikian mengutip dari laman CNBC, Senin pekan ini.

Indeks manajer pembelian manufaktur China pada Oktober di posisi 49,2 di bawah level 50. Ini mewakili bulan kedua berturut-turut dari aktivitas manufaktur yang menyusut di China. Sebelumnya pada September 2021, PMI manufaktur tercatat 49,6.

Angka PMI di bawah 50 menunjukkan kontraksi sedangkan di atas level itu menandakan ekspansi. Pembacaan PMI berurutan dan mewakili ekspansi dan kontraksi dari bulan ke bulan.

Sebuah survei swasta menunjukkan aktivitas manufaktur China pada Oktober akan dirilis pada Senin pagi 1 November 2021.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Indeks Dolar AS

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) berada di posisi 94,185 dari posisi sebelumnya 93,6. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 114,17 per dolar AS.

Harga minyak melemah pada jam perdagangan di Asia dengan harga minyak Brent berjangka turun 0,43 persen menjadi USD 83,36 per barel. Harga minyak berjangka Amerika Serikat turun 0,6 persen menajdi USD 83,07 per barel