Sukses

IHSG Fluktuaktif, Saham PURA Pimpin Penguatan pada Awal Sesi Perdagangan

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergejolak pada perdagangan saham Selasa pagi (28/9/2021). Investor asing melakukan aksi beli saham pada awal sesi perdagangan.

Pada pra pembukaan perdagangan, IHSG naik tipis 0,09 persen ke posisi 6.128,05. Indeks LQ45 susut 0,14 persen ke posisi 859,72. Sebagian besar indeks acuan bervariasi. IHSG naik 0,03 persen ke posisi 6.124 pada pukul 09.23 WIB, setelah bergerak di zona merah.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.137,95 dan terendah 6.115,15. Sebanyak 168 saham menguat dan menahan pelemahan IHSG. Kemudian 185 saham melemah dan 203 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 123.723. Total volume perdagangan 2,6 miliar saham.

Nilai transaksi harian saham Rp 1,1 triliun. Investor asing beli saham Rp 13,15 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.205.

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali indeks sektor saham IDXenergy naik 3,37 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Diikuti indeks sektor saham siklikal menanjak 2,72 persen dan IDXindustri melonjak 0,56 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXtechno turun 0,43 persen, IDXtransportasi melemah 0,56 persen dan IDXbasic turun 0,38 persen.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Top Gainers dan Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham PURA naik 28,36 persen

-Saham ASMI naik 22,99 persen

-Saham MASA naik 19,72 persen

-Saham BESS naik 13,64 persen

-Saham BIKA naik 11,36 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham IDEA turun 9,78 persen

-Saham HEXA turun 6,92 persen

-Saham LABA turun 6,92 persen

-Saham ASPI turun 6,9 persen

-Saham ARKA turun 6,86 persen

3 dari 4 halaman

Aksi Investor Asing

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham UNTR senilai Rp 21,7 miliar

-Saham BUKA senilai Rp 3,7 miliar

-Saham EXCL senilai Rp 1,6 miliar

-Saham ICBP senilai Rp 890,2 juta

-saham BMRI senilai Rp 673,1 juta

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 26,3 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 15,3 miliar

-Saham MNCN senilai Rp 8,3 miliar

-Saham ITMG senilai Rp 3,2 miliar

-Saham MSIN senilai Rp 3 miliar

4 dari 4 halaman

Bursa Saham Asia

Bursa saham Asia bervariasi. Indeks Hang Seng naik 1,1 persen dan indeks Shanghai menguat 0,01 persen. Indeks Korea Selatan Kospi susut 0,71 persen, indeks Jepang Nikkei melemah 0,50 persen, indeks Shanghai tergelincir 0,04 persen. Selain itu, indeks Singapura melemah 0,10 persen dan indeks Taiwan turun 0,70 persen.

Mengutip laman Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG turun 0,36 persen ke posisi 6.122 pada Senin, 27 September 2021 di tengah minim sentimen domestik.

Selain itu, Adaro Energy mengumumkan akan buyback saham Rp 4 triliun dalam kurun waktu tiga bulan dengan pembelian maksimal 20 persen dari total saham yang disetor. Kemudian Axiata Berhad juga akan menjual lima persen saham EXCL kepada Ferrymount Investment Ltd (FIL) dengan harga Rp 2.700. FIL dipegang oleh Providence Capital dan Raymond Zage.