Sukses

Indika Energy Serap Belanja Modal Rp 529,52 Miliar, Terbesar untuk Petrosea

Liputan6.com, Jakarta - PT Indika Energy Tbk (INDY) telah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) USD 124 juta atau sekitar Rp 1,77 triliun (asumsi kurs rupiah 14.310 per dolar AS).Hingga semester I 2021, belanja modal diserap sekitar USD 37 juta atau sekitar Rp 529,52 miliar.

Director and Group Chief Financial Officer Indika Energy, Retina Rosabai menegaskan, penggunaan belanja modal perseroan masih didominasi PT Petrosea Tbk.

"Enam bulan pertama tahun ini, total penggunaan capex kami berada di angka USD 37 juta dari total anggaran selama 2021 sebesar USD 124.8 juta," kata Retina , Rabu (4/8/2021).

Dari data yang dibagikan, Petrosea telah menggunakan USD 26,6 juta dari USD 80 juta yang telah ditetapkan perseroan. Selanjutnya terdapat MBSS dengan penggunaan capex mencapai USD 4,2 juta dari USD 6,9 juta anggaran.

Posisi ketiga terdapat PT Interport Mandiri Abadi dengan penggunaan selama enam bulan sebesar USD 3.7 juta dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar USD 14,3 juta.

IMP berada di posisi keempat dengan penggunaan capex USD 1,5 juta selama 6 bulan pertama. Angka ini melebihi anggaran yang telah ditetapkan Indika Energy yakni USD 0,9 juta. Indika Resources telah menggunakan USD 0,5 juta, Indika Holding Company USD 0,3 juta dan Kideco USD 0,2 juta.

"Untuk tahun 2020 penggunaan capex secara total mencapai USD 84,2 juta. Angka tersebut turun dari tahun sebelumnya yakni USD 156.9 juta," tutur Retina. 

 

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Gerak Saham INDY

Pada penutupan perdagangan Rabu, 4 Agustus 2021, saham INDY turun 1,1 persen ke posisi Rp 1.350 per saham. Saham INDY dibuka stagnan di posisi Rp 1.365.

Saham INDY berada di level tertinggi Rp 1.385 dan terendah Rp 1.335 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.236 kali dengan volume perdagangan 91.020. Nilai transaksi harian Rp 12,4 miliar.