Sukses

Memilih Produk Investasi untuk Persiapan Biaya Pendidikan Anak

Liputan6.com, Jakarta - Hari Anak Nasional 2021 dirayakan pada Jumat, 23 Juli 2021. Tema Hari Anak Nasional 2021 adalah Anak Terlindungi, Indonesia Maju.

Pada momen Hari Anak Nasional tersebut juga mengingatkan pentingnya pendidikan untuk anak, Perencana Keuangan One Shildt Financial Planning, Mohammad Andoko menuturkan, tanpa pendidikan, seorang anak tidak dapat bersaing secara global. Oleh karena itu, meski masa pandemi COVID-19 kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah, pendidikan hal utama untuk anak.

Untuk mempersiapkan pendidikan bagi anak dibutuhkan biaya yang tak sedikit. Oleh karena itu, butuh perencanaan matang untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak.  Andoko menuturkan, orangtua ketika memikirkan pendidikan untuk anak ada sejumlah hal yang menjadi pertimbangan. Pertama, pilihan sekolah untuk anak. Apakah sekolah negeri dan sekolah swasta.

"Kalau sekolah negeri itu, orangtua tidak keluar uang, kalau sekolah swasta ini dan berkualitas biasanya lebih mahal karena guru lebih berkualitas, ada fasilitas,” ujar Andoko saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Sabtu (24/7/2021).

Ia menambahkan, oleh karena itu perlu mencari tahu mengenai biaya sekolah jika memilih sekolah swasta dan berstandar internasional akan lebih mahal biayanya. “Tujuan untuk sekolah anak juga menentukan,” kata dia.

Kedua, usia anak sekolah. “Jadi mau siapkan dana pendidikan jenjang mana. Usia anak baru 1-5 tahun, sudah siapkan dana pendidikan, dan tergantung sekolah di mana,” ujar dia.

Untuk menyiapkan dana pendidikan anak tersebut, Andoko mengatakan perlu ada perhitungan biaya pendidikan ke depan atau value future. Dengan demikian mengetahui penempatan dana investasi untuk pendidikan anak dan profil risiko. Andoko menambahkan, untuk menyisihkan dana pendidikan anak dari penghasilan bisa sekitar 10 persen.

Adapun pilihan produk investasi yang bisa jadi pertimbangan untuk persiapan biaya pendidikan anak antara lain, pertama, tabungan rencana pendidikan. “Tabungan rencana pendidikan buat orangtua disiplin menabung tetapi return kecil,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Produk Investasi Lainnya

Kedua, deposito. Andoko menuturkan,deposito akan relatif aman tetapi juga harus melihat inflasi.

Ketiga, obligasi ritel (ORI) dan sukuk ritel. Andoko mengatakan, investasi untuk dana pendidikan di ORI dan sukuk ritel dapat menjadi alternatif karena pajak relatif kecil tetapi ada jangka waktunya.”Ini ada jangka waktu 3,10 tahun tergantung jenis obligasi, dan lebih tinggi returnya,” kata Andoko.

Keempat, reksa dana. Andoko menuturkan, reksa dana pasar uang, campuran dan saham bisa menjadi pertimbangan untuk investasi pendidikan anak. Namun, hal tersebut harus sesuai dengan profil masing-masing orangtua.

Kelima, saham. Andoko mengingatkan jika memilih saham untuk investasi pendidikan anak harus memahami dan mengerti soal saham. Hal ini terutama pemilihan saham untuk investasi.

”Saham bisa jadi alternatif. Tapi wanti-wanti saham dan reksa dana, orangtua harus benar-benar memaham produknya. Karena di bursa tidak semua bagus perusahaannya. Harus lihat kinerja keuangan, dan perusahaannya,” kata dia.

Keenam, properti. “Properti harganya bisa naik dan dijual, dan properti bisa disewakan. Uang sewa ini bisa untuk biaya pendidikan anak,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini