Sukses

Simak Rekomendasi Saham Sektor Keuangan dari Sucor Sekuritas

Liputan6.com, Jakarta - Pada perdagangan saham 3-7 Mei 2021, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan koreksi. Hal ini tentu menekan kapitalisasi pasar saham. 

IHSG melemah 1,12 persen ke posisi 5.928,30 dari pekan lalu di posisi 5.995,61. Kapitalisasi pasar saham pun merosot 1,1 persen pada pekan ini.

Kapitalisasi pasar saham mencapai Rp 7.017,99 triliun atau turun Rp 78,13 triliun dari pekan lalu di posisi Rp 7.096,12 triliun. Demikian mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (9/5/2021).

Melihat hal ini, ada sejumlah rekomendasi saham keuangan yang menjadi pilihan Technical Analyst Sucor Sekuritas Wilson Sitompul. Saham emiten bank menjadi pilihan Wilson antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan PT Bank Jago Tbk (ARTO).

"Untuk saham Bank BCA atau BBCA buat investasi jangka panjang itu bagus banget. Hanya saja harga satu lot agak mahal," ujar dia secara virtual, ditulis Minggu, 9 Mei 2021.

Saham BBCA susut 0,39 persen ke posisi Rp 32.000 per saham pada 7 Mei 2021. Saham BBCA dibuka naik ke posisi Rp 32.300 dari penutupan Kamis, 6 Mei 2021 di posisi Rp 32.125 per saham. Saham BBCA bergerak di kisaran Rp 31.925-Rp 32.300. Saham BBCA susut 0,08 persen selama sepekan ke posisi Rp 32.000.

Selain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Wilson juga merekomendasikan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) (BBTN).

Secara teknikal, harga yang ditawarkan saham saat ini berada di kisaran terendah, sehingga investor diharapkan mampu mencermati BBTN.

Mengutip data RTI, saham BBTN melemah 0,92 persen ke posisi Rp 1.615 pada penutupan perdagangan saham Jumat, 7 Mei 2021. Saham BBTN dibuka naik 15 poin ke posisi Rp 1.645 per saham. Saham BBTN bergerak di kisaran Rp 1.610-Rp 1.645 per saham. Pada periode 3-7 Mei 2021, saham BBTN naik 1,57 persen ke posisi Rp 1.615.

"BBTN juga menarik ya, sekarang secara teknikal berada di harga cukup murah secara teknikal, secara potensi dia bisa naik ke area 2.000. Nanti kita lihat lagi kalau memang sudah mencapaai 2.000. Karena Bank BTN secara fundamental juga kuat, kuartal I 2020 juga positif karena net incomenya naik sekitar 20 persen," ujarnya.

Pilihan terakhir yang bisa dicermati ialah Bank Jago (ARTO). Meski harganya sudah lebih dari 10 ribu, saham ini dinilai masih sangat menarik dan mengalami peningkatan.

"ARTO ini ya, dari awal harganya 100 sampai sekarang harganya 10.100, ini benar benar saham yang sangat luar biasa. Kalau ditanya masih bisa naik enggak, jawabannnya bisa, harga saham yang mahal itu masih bisa naik lagi selama dia memenuhi ekspektasi pasar," tuturnya.

Saham ARTO turun 0,25 persen ke posisi Rp 10.100 per saham pada Jumat, 7 Mei 2021. Saham ARTO bergerak di kisaran Rp 10.050-Rp 10.200 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.304 kali dengan nilai transaksi Rp 17,7 miliar.

 

2 dari 3 halaman

IHSG Selama Sepekan pada 3-7 Mei 2021

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan koreksi pada perdagangan saham pada 3-7 Mei 2021. Hal tersebut juga menekan kapitalisasi pasar saham.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (8/5/2021), IHSG melemah 1,12 persen ke posisi 5.928,30 dari pekan lalu di posisi 5.995,61. Kapitalisasi pasar saham pun merosot 1,1 persen pada pekan ini. Kapitalisasi pasar saham mencapai Rp 7.017,99 triliun atau turun Rp 78,13 triliun dari pekan lalu di posisi Rp 7.096,12 triliun.

Rata-rata nilai transaksi harian merosot 8,01 persen menjadi Rp 9,01 triliun pada 3-7 Mei 2021. Pada pekan lalu, rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp 9,79 triliun.

Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 8,12 persen menjadi 979.224 kali transaksi pada pekan ini dari pekan lalu di kisaran 905.671 kali transaksi.

Peningkatan juga diikuti rata-rata volume transaksi harian dengan menguat 2,85 persen. Rata-rata volume transaksi harian menjadi 15,080 miliar saham pada 3-7 Mei 2021 dari pekan lalu 14,66 miliar saham.

Investor asing mencatatkan nilai beli bersih saham sebesar Rp 146,56 miliar. Sepanjang 2021, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 9,34 triliun.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini