Sukses

Toys R Us Bakal Buka Toko Setelah Punya Pemilik Baru

Liputan6.com, Jakarta - Toys R Us punya pemilik baru lagi. Perusahaan WHP Global mengumumkan kalau sudah akuisisi saham pengendali di Tru Kids, perusahaan induk dari merek Toys R Us, Babies R Us dan Geoffrey the Giraffe.

"Kami berada di dalam bisnis merek, dan Toys R Us adalah satu-satu merek mainan yang paling kredibel, terpercaya dan dicintai di dunia," ujar Chief Executive Officer (CEO) WHP Yehuda Shmidman, seperti dilansir dari CNBC, Selasa (16/3/2021).

Shmidman telah menjabat sebagai wakil chairman Tru Kids sejak 2019. Tru Kids yang didukung oleh Solus Alternative Asset Management dan dana yang dikelola private equity group Ares Management.

Dua perusahaan itu membeli merek dan kekayaan intelektual dari Toys R Us setelah mengajukan Bab 11 perlindungan kebangkrutan pada September 2017. Toys R Us akhirnya tidak dapat keluar dari kebangkrutan sendiri setelah musim liburan 2017 yang lumpuh dan mendorongnya ke dalam likuidasi.

Tru Kids telah mencoba sejumlah strategi untuk membangkitkan momentum sejak saat itu, termasuk membuka dua lokasi pop-up di Amerika Serikat dengan bantuan platform b8ta.

Akan tetapi, toko-toko tersebut tutup awal 2021 seiring kunjungan mal yang buruk karena pandemi COVID-19. Pada waktu tertentu, ritel besar Target memberdayakan situs Toys R Us. Saat ini semua pembelian di ToysRUs.com dialihkan ke Amazon.

“Restrukturisasi berdampak besar pada perusahaan. Dan COVID-19 mudah-mudahan hanya sekali dalam satu abad, tapi sekarang kami sudah melewatinya,” ujar dia.

2 dari 3 halaman

Bakal Buka Toko Lagi

Ke depan, WHP mengatakan akan mengelola bisnis Tru Kids global dan memandu ekspansinya. Toys R Us dan Babies R Us bersama-sama memiliki lebih dari 900 toko bermerek di lebih dari 25 negara, di beberapa bagian negara di Eropa, Asia, Afrika, Australia dan Timur Tengah.

Di Amerika Utara, Shimidman menuturkan, pihaknya akan membuka toko Toys R Us, idealnya menjelang libur liburan. Ia menuturkan, format toko tersebut bisa bentuk flagships, pop-ups, berlokasi di bandara dan toko mini di ritel lain. WHP belum menetapkan angka untuk berapa banyak lokasi yang akan dibuka di Amerika Serikat.

“Ada begitu banyak mal yang tidak akan ada lagi di masa depan, jadi kami tidak perlu ke sana. Tapi kami bisa berada di mal yang ramai. Jadi kami benar-benar memiliki kesempatan tidak hanya untuk menangkap pengalaman itu untuk mainan yang orang dampaknya tetapi juga menangkap di mana orang ingin berbelanja. Itu akan sangat menarik pasca COVID-19,” ujar dia.

WHP didukung komitmen USD 350 juta atau sekitar Rp 5,04 triliun (asumsi kurs Rp 14.404 per dolar AS) dari dana yang dikelola oleh Oaktree Capital Management. Smeentara itu, ketentuan dan kesepakatan tidak diungkapkan ke publik.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini