Sukses

Saham Melambung, Bagaimana Kinerja Keuangan Bank Jago?

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) belum mampu kembali lanjutkan penguatan pada perdagangan saham, Selasa (23/2/2021). Saham ARTO berada di zona merah di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat.

Mengutip data RTI, saham ARTO melemah 6,88 persen ke posisi Rp 10.150 per saham. Saham ARTO dibuka menguat 25 poin ke posisi 10.925 per saham. 

Saham ARTO sempat dibuka level tertinggi 11.000 dan terendah 10.150 per saham. Kapitalisasi pasar saham ARTO mencapai Rp 110,19 triliun.

Sepanjang Februari 2021, saham ARTO sudah naik 62,69 persen ke posisi 10.900 pada perdagangan saham 22 Februari 2021. Sedangkan secara mingguan 15-19 Februari 2021, saham ARTO melonjak 30,21 persen.

Lalu bagaimana dengan kinerja keuangan hingga September 2020?

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan belum meraup laba. Hingga 30 September 2020, perseroan catat rugi periode berjalan mencapai Rp 105,71 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 19,08 miliar.

Perseroan mencatat kenaikan pendapatan bunga bersih naik menjadi Rp 42,89 miliar hingga 30 September 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 9,77 miliar. Ada pertumbuhan pendapatan 339,01 persen.

Rugi per saham tercatat 87,66 hingga kuartal III 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 15,82 miliar.

Total aset perseroan tercatat Rp 1,72 triliun pada 30 September 2020 dari periode 31 Desember 2019 sebesar Rp 1,32 triliun.

Mengutip berbagai sumber, perseroan mencatat penyaluran kredit bersih tumbuh 64,82 persen per akhir September dari periode sama 2019. Penyaluran kredit bersih perseroan naik dari Rp 349,14 miliar menjadi Rp 575,44 miliar. Sementara itu, kenaikan beban pencadangan atau provisi dari 4,02 persen menjadi 7,66 persen.

 

2 dari 3 halaman

Saham Bank Jago Merosot pada 23 Februari 2021

Sebelumnya, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) belum mampu kembali lanjutkan penguatan pada perdagangan saham, Selasa, 23 Februari 2021. Saham ARTO berada di zona merah di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat.

Mengutip data RTI, saham ARTO melemah 6,88 persen ke posisi Rp 10.150 per saham. Saham ARTO dibuka menguat 25 poin ke posisi 10.925 per saham. Saham ARTO sempat dibuka level tertinggi 11.000 dan terendah 10.150 per saham. Kapitalisasi pasar saham ARTO mencapai Rp 110,19 triliun.

Total frekuensi perdagangan saham 10.069 kali dengan nilai transaksi Rp 151,3 miliar. Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,28 persen ke posisi 6.272,80. Sebanyak 234 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 248 saham melemah dan 154 saham diam di tempat.

Pada Selasa pekan ini, IHSG di level tertinggi 6.279 dan terendah 6.241,95. Total frekuensi perdagangan saham 1.221.564 kali dengan nilai transaksi Rp 13 triliun.

Analis PT Kiwoom Securities, Sukarno Alatas menilai wajar saham Bank Jago melemah. Hal ini mengingat harga saham emiten berkode ARTO inii sudah naik signifikan. “Valuasinya juga sudah super mahal,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sepanjang Februari 2021, saham ARTO sudah naik 62,69 persen ke posisi 10.900 pada perdagangan saham 22 Februari 2021. Sedangkan secara mingguan 15-19 Februari 2021, saham ARTO melonjak 30,21 persen.

Melihat kondisi tersebut, Sukarno menilai penerapan untuk saham ARTO ke spekulasi mengingat valuasi sudah tinggi. “Untuk jangka pendek saja scalping (main cepat-red),  dan trading harian,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini