Sukses

Tak Mampu Bertahan di Zona Hijau, IHSG Ditutup Turun ke 5.051,10

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Sebanyak 132 saham menguat tetapi tak mampu mendorong IHSG ke zona hijau. 

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (17/7/2020), IHSG ditutup turun 28,47 poin atau 0,56 persen ke posisi 5.051,10. Sementara, indeks saham LQ45 juga melemah 0,88 persen ke posisi 785,83.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.100,19 dan terendah 5.031,88.

Sebanyak 132 saham menguat tetapi tak mampu mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 299 saham melemah sehingga menekan indeks. Di luar itu 148 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 629.206 kali dengan volume perdagangan 9,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,6 triliun.

Investor asing jual saham Rp 68,8 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.793.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor yang berada di zona hijau yaitu sektor perkebunan yang naik 2,99 persen dan sektor barang konsumsi yang naik 0,09 persen.

Sementara pelemahan dipimpin oleh sektor aneka industri anjlok 1,62 persen. Kemudian disusul oleh sektor pertambangan yang turun 1,25 persen dan sektor industri dasar melemah 0,76 persen.

 

2 dari 3 halaman

Pergerakan Saham

Saham yang menguat diantaranya CSRA yang naik 24,37 persen ke Rp 296 per saham, BBHI naik 19,51 persen ke Rp 147 per saham dan PRAS naik 18,49 persen ke Rp 141 per saham.

Saham yang melemah antara lain BOLD yang turun 6,99 persen ke Rp 865 per lembar saham, INTD melemah 6,96 persen ke Rp 147 per lembar saham dan PGLI turun 6,84 persen ke Rp 218 per lembar.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: