Sukses

Sektor Perkebunan Dorong Penguatan, IHSG Dibuka Naik ke 5.978,83

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada awal perdagangan saham Jumat pekan ini.  Analis memperkirakan gerak IHSG sepanjang hari ini bakal menghijau.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Jumat (16/11/2018), IHSG menguat 19,37 poin atau 0,33 persen ke posisi 5.975,11. Pada pukul 09.00 JATS, IHSG menguat 22,89 poin atau 0,38 persen ke posisi 5.978,83. Indeks saham LQ45 menguat 0,59 persen ke posisi 951,86. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Sebanyak 118 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. Selain itu 30 saham melemah dan 93 saham diam di tempat. Pada sesi pertama, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.982,58 dan terendah 5.972,04.

Total frekuensi perdagangan saham 9.275 kali dengan volume perdagangan 441 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 223,3 miliar. Investor asing beli saham Rp 10 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di posisi Rp 14.575.

Dari 10 sektor pembentuk indeks hanya satu yang berada di zona merah yaitu aneka industri yang turun 1,20 persen.

Sektor saham perkebunan naik 0,81 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham keuangan menanjak 0,63 persen dan sektor saham pertambangan menguat 0,59 persen.

Saham-saham catatkan penguatan antara lain saham POLA melonjak 68,89 persen ke posisi Rp 228 per saham, saham SOSS mendaki 25 persen ke posisi Rp 1.950 per saham, dan saham SURE menguat 24,68 persen ke posisi Rp 2.930 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham HDTX melemah 5,08 persen ke posisi Rp 187 per saham, saham VOKS susut 4,57 persen ke posisi Rp 188 per saham, dan saham LINK tergelincir 4 persen ke posisi Rp 4.800 per saham.

2 dari 3 halaman

Prediksi Analis

Analis memperkirakan gerak IHSG melaju di zona positif pada perdagangan saham Jumat ini. Gerak IHSG berpotensi menguat dengan diperdagangkan pada level 5.900-6.000.

Diramal bakal menembus ke level 6.000, naikknya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7 days repo rate 25 basis poin (bps) ke level 6 persen dinilai menjadi angin segar bagi IHSG. 

"Selain itu juga akan membungkam sentimen negatif melebarnya defisit neraca perdagangan Indonesia yang defisit USD 1,82 Miliar," ucap Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi di Jakarta.

Di sisi lain, ini merupakan upaya BI untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang aman, yakni hingga target 2,5 persen dari pertumbuhan ekonomi atau GDP pada tahub tahun depan.

Sementara itu, Analis Indosurya Sekuritas William Suryawijaya memaparkan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, peluang kenaikkan lanjutan bagi IHSG masih cukup signifikan. Menurutnya, IHSG berpeluang bergerak ke zona hijau dengan diperdagangkan di kisaran 5.812-6.002.

"Pada perdagangan hari ini, IHSG telah berada dalam pola uptrend, dikarenakan support terlihat terjaga dengan baik," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: