Sukses

General Atlantic Serap Obligasi Mitra Adiperkasa

Liputan6.com, Jakarta - PT Mitra Adiperkasa Tbk menggandeng General Atlantic perusahaan pertumbuhan ekuitas global untuk investasi di anak perusahaan perseroan yang dimiliki bergerak di food and beverage yaitu PT MAP Boga Adiperkasa (MBA).

General Atlantic menyerap obligasi tanpa bunga senilai Rp 1,08 triliun yang diterbitkan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Obligasi itu dapat dikonversi menjadi saham di PT MAP Boga Adiperkasa.

Adapun PT MAP Boga Adiperkasa mengoperasikan merek F&B yang tumbuh pesat di Indonesia dengan lima merek eksklusif antara lain Starbucks, Pizza Express, Krispy Kreme, Cold Stone Creamery, dan Godiva.

"Dalam lima tahun terakhir, bisnis F&B kami alami pertumbuhan signifikan. Kami yakin pertumbuhan yang pesat dalam segmen kelas menengah dan profesional muda di Indonesia, peningkatan pendapatan populasi dan masyarakat urban yang berkelanjutan menjadi peluang besar untuk perkuat merek F&B," ujar V.P Sharma, Chief Executive Officer PT Mitra Adiperkasa Tbk, seperti dikutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/11/2016).

Adapun sebagian dari hasil penyerapan obligasi akan digunakan untuk mempercepat perluasan jaringan divisi F&B.

Sharma menambahkan, keahlian sektoral yang luas dan rekam jejak keberhasilannya membuktikan General Atlantic sebagai perusahaan investasi global akan menambah nilai dan fokus pada pengembangan bisnis F&B seiring dengan strategi pertumbuhan pasar.

"General Atlantic menyambut dengan sangat baik peluang penawaran kelas konsumen Indonesia yang cukup signifikan. Konsumsi domestiknya memberikan kontribusi lebih dari separuh ke Produk Domestik Bruto (PDB) dan pola konsumsi yang semakin bergeser ke arah merek-merek yang berkaitan dengan gaya hidup moderen dan inspiratif," ujar Wai Hoong Fock, pimpinan Asia Tenggara di General Atlantic.

Fock menambahkan, kemitraan dengan Mitra Adiperkasa menandai investasi pertama General Atlantic di Indonesia. "Ini indikasi yang jelas dari komitmen kami yang kuat terhadap prospek pasar jangka panjang di Asia Tenggara," ujar dia.