Sukses

Intip Kinerja Indofood Semester I 2016

Liputan6.com, Jakarta - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan kinerja cukup baik pada semester I 2016. Hal itu ditunjukkan dari perolehan laba dan pendapatan perseroan.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 28,9 persen menjadi Rp 2,23 triliun hingga semester I 2016 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,73 triliun. Marjin laba bersih naik menjadi 6,5 persen dari 5,3 persen.

Kenaikan laba itu didukung penjualan tumbuh 4,4 persen menjadi Rp 34,08 triliun hingga semester I 2016 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 32,63 triliun.

Kelompok usaha strategis produk konsumen bermerek memberikan kontribusi besar terhadap penjualan perseroan. Kelompok usaha strategis produk konsumen bermerek memberikan kontribusi sekitar 52 persen, disusul Bogasari sekitar 23 persen, agribisnis dan distribusi masing-masing memberikan kontribusi 17 persen dan 8 persen terhadap penjualan bersih.Laba usaha naik 4,2 persen menjadi Rp 4,01 triliun, sedangkan marjin laba usaha stabil di 11,8 persen.

"Di tengah kondisi menurunnya tingkat produksi crude palm oil (CPO) sebagai dampak dari El Nino, kami senang karena dapat kembali mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih pada semester I 2016. Pencapaian kinerja yang baik ini diraih berkat ketangguhan model bisnis," ujar Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim.

2 dari 2 halaman

Indofood CBP Sukses Makmur

Kinerja Indofood CBP Sukses Makmur

Anak usaha perseroan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 13,9 persen menjadi Rp 1,98 triliun hingga semester I 2016.

Marjin laba bersih naik sedikit menjadi 10,9 persen. Core profit tumbuh 20 persen menjadi Rp 2,05 triliun. Sedangkan laba usaha tumbuh 24,9 persne menjadi Rp 2,74 triliun. Marjin laba usaha naik menjadi 15,1 persen.

Pertumbuhan laba itu ditopang dari penjualan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang naik 9,8 persen menjadi Rp 18,18 triliun.

Kontribusi penjualan dari divisi mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi. Dari divisi tersebut kontribusi penjualan terbesar disumbangkan dari divisi mi instan mencapai 64 persen dari total penjualan konsolidasi.

"Pada semester pertama tahun ini kami mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih yang sehat. Kami memperkirakan prospek tahun ini masih akan tetap positif. Kami akan terus fokus pada upaya untuk meraih pertumbuhan guna meningkatkan nilai bagi para pemegang saham," kata Anthoni. (Ahm/Ndw)