Sukses

Dikabarkan Siap Ambil Freeport, Saham Antam Naik 8,7%

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat mencapai 8,7 persen selama sepekan ini dari periode 13 November-20 November 2015. Perseroan dikabarkan siap mengambil alih saham PT Freeport Indonesia ini menjadi sentimen yang menggerakkan harga saham dalam sepekan.

Berdasarkan data RTI, harga saham PT Aneka Tambang Tbk sempat naik 20,7 persen pada perdagangan saham Kamis 19 November 2015 menjadi Rp 372 per saham dari penutupan perdagangan saham Rabu 18 November 2015 di level Rp 308 per saham. Akan tetapi, saham PT Aneka Tambang Tbk turun menjadi Rp 347 per saham pada Jumat 20 November 2015.

Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee menuturkan kenaikan harga saham PT Aneka Tambang Tbk didorong sentimen peluang Antam untuk mengambil saham PT Freeport Indonesia.

Selain itu, perseroan juga baru dapat pinjaman sebesar US$ 100 juta dari PT Maybank Indonesia. Pinjaman itu digunakan mendanai proyek perluasan pabrik feronikel Pomalaa (P3FP) serta untuk general corporate purposes.

"Harga saham PT Aneka Tambang Tbk naik karena dapat pinjaman dan rencana ambil Freeport Indonesia," ujar Hans.

Pemerintah telah menyiapkan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Aneka Tambang Tbk dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk ambil alih PT Freeport Indonesia.

Namun hingga kini, pemerintah belum berhitung terkait rencana pembelian saham PT Freeport Indonesia. Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, perhitungan baru dapat dilakukan jika PT Freeport Indonesia telah memberikan angka terkait divestasi saham tersebut.

Selain itu, saat ini keputusan terkait divestasi saham PT Freeport Indonesia juga belum menemui titik terang. Hal itu karena keputusan berada di tangan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk Tri Hartono mengatakan, bila perseroan dipercayakan kepercayaan dari pemerintah untuk ambil alih PT Freeport Indonesia maka pihaknya harus siap. Tri mengatakan, pihaknya siap untuk mengambil alih PT Freeport Indonesia karena sudah berpengalaman dalam operasi tambang.

"Walau pun mungkin dengan skala lebih kecil, untuk pengolahan emas dan perak Aneka Tambang sudah sangat berpengalaman," kata Tri saat dihubungi Liputan6.com, seperti ditulis Minggu (22/11/2015).

Saat ditanya mengenai pendanaan untuk ambil alih saham PT Freeport Indonesia, Tri menuturkan, banyak pihak juga yang akan mendukung untuk pendanaan pengambilalihan saham PT Freeport Indonesia.

Saat ini pemerintah telah memiliki sektiar 9,36 persen saham PT Freeport Indonesia. Dalam Peraturan Pemerintah, perusahaan yang melakukan kegiatan pertambangan bawah tanah itu wajib divestasi 30 persen saham. (Ahm/Igw)