Ibu Tewas Dianiaya Anak Kandung di Sumba Barat Daya

Pelaku meninggalkan lokasi sambil membawa sebatang kayu.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Regina Rombo Kodi (48), tewas setelah diduga dianiaya anak kandungnya, PPKL alias Petrus (26), pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 21.30 WITA.

Petrus diduga mengalami gangguan jiwa. Ia menganiaya ibunya hingga meninggal dunia di rumah mereka di Kampung Rada Meter, Desa Waiholo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya Iptu Yakobus K. Sanam menuturkan, sebelum kejadian korban berada di rumah bersama Wonda Mete (37) dan Hermanus Dita Kaka (18). Wonda tidur di dalam rumah, sedangkan Regina bersama Petrus berada di bale-bale depan rumah.

Wonda kemudian mendengar suara seperti pukulan beberapa kali dari arah bale-bale. Ia sempat memanggil nama korban, tetapi tidak mendapat jawaban.

Saat keluar rumah, Wonda mendapati Regina sudah tergeletak telungkup di depan rumah. Sementara itu, Petrus berjalan meninggalkan lokasi sambil membawa sebatang kayu di tangan kirinya.

Wonda kemudian menghampiri dan mencoba membangunkan Regina. Namun, korban tidak merespons. Wonda menyadari korban telah meninggal dunia dan langsung menangis histeris.

Tidak lama kemudian, sejumlah tetangga datang ke lokasi dan menyaksikan kondisi korban. Keluarga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kodi Utara.

Sementara itu, Petrus melarikan diri dengan membawa kayu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban.

 

Hasil Pemeriksaan

Jenazah Regina kemudian dibawa ke Kampung Karendi, Desa Waiholo, untuk disemayamkan. Petugas kesehatan dari Puskesmas Kori melakukan pemeriksaan medis dan menemukan sejumlah luka pada tubuh korban.

"Pelaku adalah anak kandung korban. Setelah melakukan penganiayaan, pelaku melarikan diri dengan membawa barang bukti berupa satu batang kayu," ujarnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap kerabat korban, polisi memperoleh informasi bahwa Petrus telah lama mengalami gangguan jiwa. Meski demikian, motif penganiayaan hingga kini masih belum diketahui secara pasti.

"Belum diketahui motif terduga pelaku melakukan penganiayaan terhadap ibu kandungnya," pungkasnya.