Pencarian Korban Perahu Tenggelam di Pantai Paseban Disetop, 2 Belum Ditemukan

Tiga korban sudah ditemukan, 1 selamat 2 meninggal dunia.

Diterbitkan 26 Agustus 2026, 18:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) terhadap kecelakaan perahu nelayan KLM Pantes,  di Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, resmi dihentikan pada hari ketujuh. Hingga tim gabungan dibubarkan, dua nelayan masih dinyatakan hilang di ganasnya perairan laut selatan.

​Keputusan penghentian operasi diambil setelah evaluasi menyeluruh antara BPBD Jember, Basarnas, dan seluruh unsur tim gabungan. Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, menegaskan bahwa penutupan ini telah sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (SOP) pencarian maksimal tujuh hari.

​"Operasi SAR secara resmi kami hentikan per Selasa sore berdasarkan rekomendasi Basarnas. Meski demikian, kami tidak lepas tangan. Pemantauan ketat dan komunikasi intensif dengan keluarga korban serta potensi SAR lokal tetap berjalan," ujar Edy, Rabu (26/2026).

 

Kronologi Kapal Tenggelam

​Tragedi ini bermula pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, ketika perahu yang membawa lima Anak ABK dihantam ombak ganas Pantai Paseban. Dari lima penumpang tersebut satu orang selamat atas nama Samino (65) Warga Desa Puger Wetan, dua orang ditemukan meninggal dunia atas nama Sahwiyanto (46) dan Moch Sholihin (34).

"Sedangkan untuk dua orang yang ditemukan atas nama Unai (58) dan Samsul (45) , keduanya warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger," tambahnyaa.

​Pada hari terakhir pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran permukaan laut menggunakan perahu jukung, sementara SRU 2 menyisir jalur darat sepanjang 3 kilometer di bibir pantai.

​Namun, gelombang ekstrem setinggi 4 meter menjadi benteng penghalang yang membahayakan keselamatan personel, hingga pencarian terpaksa dihentikan total pada pukul 16.30 WIB.

​"Sebagai bentuk kepedulian Pemkab Jember, BPBD telah menyalurkan bantuan logistik sembako kepada keluarga korban," tambahnya

Edy mengimbau seluruh komunitas nelayan dan masyarakat pesisir selatan untuk segera melapor ke posko BPBD atau Basarnas jika menemukan petunjuk keberadaan kedua korban yang masih hilang.