Andra Soni: Kemajuan Desa Jadi Fondasi Kemajuan Daerah

Penguatan ekonomi desa melalui kolaborasi berbagai pihak menjadi langkah penting untuk mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional.

Diterbitkan 23 Juli 2026, 21:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa kemajuan desa harus menjadi fondasi utama dalam mendorong kemajuan daerah. Menurutnya, penguatan ekonomi desa melalui kolaborasi berbagai pihak menjadi langkah penting untuk mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional.

Pernyataan itu disampaikan Andra Soni saat menghadiri peresmian Program Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi yang digagas Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Jaringan BUMDes Nasional (Jarsanas) dan PT Palma Pertiwi Makmur.

"Kemajuan desa harus terus diarahkan melalui peningkatan produktivitas, pengembangan hilirisasi produk unggulan desa, pemberdayaan UMKM, penguatan koperasi desa dan BUMDes, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Andra Soni, Kamis (23/7).

"Pada akhirnya, kemajuan desa akan menjadi fondasi utama kemajuan daerah. Semoga ini bisa mempercepat indeks pembangunan," lanjutnya.

Program Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi diluncurkan sebagai upaya membangun Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan ketahanan pangan dan energi.

Program tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto untuk membangun ekonomi nasional dari desa melalui Program Pendampingan dan Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis BUMDes dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Sekretaris Jenderal Forum BUMDes sekaligus Direktur Jarsanas, Christian Kent, mengatakan Provinsi Banten dipilih sebagai lokasi proyek percontohan nasional yang nantinya akan direplikasi di 38 provinsi. Menurutnya, Banten memiliki potensi ekonomi desa yang besar di sektor pangan, energi, pariwisata, kelautan, dan agroindustri.

"Banten juga didukung oleh 100 desa unggulan yang telah terpilih serta kesiapan ekosistem BUMDes," katanya.

Program Kedaulatan Pangan dan Energi Nasional di Banten akan mencakup pembangunan 100 unit Pertashop, 100 unit penggilingan padi (rice milling), dan 100 unit Desa Ekspor Sabut Kelapa.

Dengan total 300 unit usaha di Provinsi Banten, program ini diperkirakan mampu menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja baru, memperkuat rantai pasok pangan dan energi, serta meningkatkan devisa melalui ekspor produk desa.

Direktur Utama PT Palma Pertiwi Makmur, Mardianto, mengatakan rencana kerja BUMDes di sektor kedaulatan pangan dan energi telah disusun secara komprehensif, mencakup aspek pembiayaan, teknologi, serta pengembangan konsep bersama akademisi dari berbagai universitas.

"PT Palma Pertiwi Makmur sebagai mitra KPBU unsolicited akan melaksanakan program ini secara nasional ke depannya," ujar Mardianto.

Untuk infrastruktur energi, PT Palma Pertiwi Makmur berkolaborasi dengan Koperasi Nasional Pertamina Bersatu 139.

"Ke depannya, kami akan membangun 100 Pertashop di setiap provinsi untuk melayani masyarakat desa dan nelayan sekaligus memperkuat rantai pasok distribusi BBM berkualitas," kata Ketua Pengurus Koperasi Nasional Pertamina Bersatu 139, Nur Hermawan.