Menengok Kawasan Teluk Rantai, Markas Kapal Induk Pertama Indonesia

Lampung Bersiap Sambut Kapal Induk Pertama Indonesia, Teluk Ratai Jadi Pangkalan Baru TNI AL

Diterbitkan 21 Juli 2026, 18:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Teluk Ratai di Kabupaten Pesawaran, Lampung, dipersiapkan menjadi pangkalan kapal induk pertama milik TNI Angkatan Laut (AL), Giuseppe Garibaldi, yang dijadwalkan tiba pada September 2026.

Sejumlah fasilitas pendukung terus dikebut agar kapal hibah dari Pemerintah Italia itu dapat langsung beroperasi setelah tiba di Indonesia.

Komandan Brigif 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo mengatakan pembangunan infrastruktur di kawasan pangkalan telah mencapai sekitar 75-80 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Agustus.

"Rencananya memang bulan September pangkalannya ada di sini, di Teluk Ratai. Saat kapal induk datang, seluruh fasilitas sudah bisa dipergunakan," kata Kanang, Selasa (21/7/2026).

Salah satu fasilitas yang diperluas adalah dermaga Pangkalan TNI AL Lampung. Dermaga tersebut akan memiliki panjang sekitar 500 hingga 600 meter sehingga mampu menampung kapal induk beserta kapal-kapal pendukungnya.

"Kapal induk itu tidak bisa berdiri sendiri. Dia satuan gugus tugas, tentunya ada kapal eskor, satuan kapal penyapu ranjau, satuan kapal cepat, semuanya nanti akan bersandar di sini," jelasnya.

Kanang mengatakan Teluk Ratai dipilih karena dinilai paling siap menjadi pangkalan operasional kapal induk.

Menurut dia, pengembangan kawasan tersebut sebenarnya telah dirancang sejak 2017 dan kini diprioritaskan sebagai salah satu basis pertahanan maritim nasional.

"Saat ini yang paling siap untuk dipergunakan kapal induk adalah Teluk Ratai," ujarnya.

 

 

100 Personel Diterjunkan

Pada tahap awal, sekitar 100 personel akan diterjunkan untuk mendukung proses transfer of technology (ToT) kepada prajurit TNI AL yang akan mengoperasikan Giuseppe Garibaldi. Sementara itu, Brigif 4 Marinir akan bertugas mengamankan kawasan pangkalan.

Kanang juga mengatakan wilayah mulai dari Ketapang hingga Teluk Ratai telah ditetapkan sebagai kawasan pertahanan strategis nasional.

Karena itu, jalur wisata menuju Pulau Pahawang dan sejumlah destinasi lain akan diarahkan melalui sisi luar Pulau Kalagian agar tidak mengganggu aktivitas militer.

"Mulai dari Ketapang sampai ke sini sebenarnya adalah kawasan pertahanan strategis. Pemerintah sudah berkolaborasi dengan Kementerian Pertahanan sehingga aktivitas wisata tidak mengganggu kegiatan pertahanan yang ada di Teluk Ratai," katanya.

Hibah Pemerintah Italia

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk pertama Angkatan Laut Italia yang mulai beroperasi pada 1985. Kapal sepanjang sekitar 180 meter dengan bobot 13.850 ton itu mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 55 kilometer per jam.

Selama berdinas, Giuseppe Garibaldi mengoperasikan pesawat tempur AV-8B Harrier II dan berbagai helikopter militer. Kapal tersebut juga pernah diterjunkan dalam operasi militer dan misi kemanusiaan Italia di kawasan Mediterania maupun Afrika.

Setelah diterima Indonesia sebagai hibah dari Pemerintah Italia, kapal induk itu akan menjalani penyesuaian dan modernisasi sebelum resmi dioperasikan TNI AL. Kementerian Pertahanan memproyeksikan Giuseppe Garibaldi menjadi pusat operasi udara bergerak yang mampu mengoperasikan helikopter dan pesawat tanpa awak (drone) untuk mendukung operasi militer maupun misi kemanusiaan.