Liputan6.com, Sulawesi Pasangan suami istri (pasutri) diduga menjual emas imitasi menggunakan nota pembelian palsu di Pasar Induk Minasa Maupa, Gowa, Sulawesi Selatan. Kasus ini mencual setelah ramai video penangkapan seorang wanita oleh pedagang yang viral.
Korban, Muhammad, mengaku tidak curiga saat pelaku menawarkan emas karena kondisinya tampak baik dan disertai surat pembelian.
"Dia datang tiba-tiba menawarkan emas satu gram setengah. Dia maunya Rp 1.250.000, saya tawar Rp1,2 juta dan dia setuju," cerita dia kepada wartawan, Rabu (21/7/2026).
Advertisement
Setelah transaksi dilakukan, Muhammad baru mengetahui emas yang dibelinya ternyata bukan emas asli setelah video penangkapan pasutri tersebut viral di jagat maya.
"Saya sudah bayar. Saya tidak tahu kalau itu emas palsu karena ada suratnya. Suratnya masih baru, ada alamat serta nomor handphone, jadi saya tidak curiga," ungkap dia.
Pedagang emas Daeng Paewa menyebut pelaku beberapa kali menawarkan emas di kawasan pasar. Ketika pelaku kembali datang, istrinya mengenali wanita tersebut dan berpura-pura menguji keaslian emas sembari menghubungi polisi hingga akhirnya pelaku ditangkap.
"Orangnya sudah dikenal karena selalu memakai cadar. Emas yang pernah dijual sebelumnya ternyata tidak bisa dijual lagi karena bukan emas asli," katanya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Gowa AKP Muhalis mengatakan pasangan suami istri ini berinisial CLM dan R. Keduanya diduga telah merencanakan aksinya dengan memesan emas imitasi melalui toko online sebelum menjualnya sebagai emas asli.
"Setelah diamankan, pasangan suami istri berinisial CLM dan R diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dengan cara terlebih dahulu memesan barang berupa emas imitasi melalui E-commerce, berupa enam gelang dan dua anting-anting,"Â tuutur dia.
Â
Modus Pelaku
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302709/original/066338700_1784604539-894845.jpg)
Menurut Muhalis, emas imitasi tersebut dipasarkan kepada sejumlah orang dengan harga yang disesuaikan seperti emas asli.
"Pada saat di TKP, setelah membeli barang tersebut kemudian dipasarkan kepada beberapa orang. Ternyata barang itu adalah imitasi, namun dijual dengan harga seperti penjualan emas yang asli. Berat keseluruhannya sekitar enam gram karena satu gelang beratnya sekitar satu gram. Jadi dia menjualnya seolah-olah emas perhiasan asli," jelasnya.
Muhalis menambahkan, untuk meyakinkan calon pembeli, pelaku juga membuat nota palsu yang menyerupai dokumen resmi toko emas.
"Jadi untuk meyakinkan pembeli, terlebih dahulu dia juga membuat nota palsu seakan-akan barang ini adalah barang asli. Barang tersebut saat ini sudah diamankan oleh penyidik untuk proses lebih lanjut terhadap kedua pelaku," katanya.
Polisi menyita enam gelang dan dua anting-anting emas imitasi dengan total berat sekitar enam gram, serta enam lembar nota pembelian yang diduga palsu sebagai barang bukti.
Muhalis mengungkapkan, korban yang telah melapor mengalami kerugian sekitar Rp 6 juta. Namun, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya korban lain.
"Saat ini terhadap korban yang melapor kerugiannya kurang lebih Rp6 juta. Namun saat ini juga ada beberapa korban lain yang sementara dilakukan penyelidikan," pungkasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5178089/original/060696700_1743292394-mudik_gratis_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303115/original/003143700_1784619310-mahfud_md_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478866/original/025973300_1768955677-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-21T071644.645.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302828/original/029922600_1784608224-744109091_2878715122499118_855064475453451994_nfd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302708/original/063265700_1784604539-894831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302243/original/013845100_1784537891-063_2286809086.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303196/original/048589700_1784621624-spain_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302438/original/014858100_1784549563-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303199/original/035402400_1784622040-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1345712/original/030389700_1473863666-000_G50CY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301650/original/002120800_1784510182-AP26200768196604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301614/original/015685300_1784504538-063_2286808437.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302386/original/025200300_1784544811-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301730/original/072758800_1784514690-scaloni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301628/original/002576500_1784505654-ar7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302653/original/019167900_1784600959-175027.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302624/original/099544000_1784599663-894527.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302617/original/030862600_1784599304-dcf50d68-6ede-4d0b-b8f4-beff5df7e766.jpg)