Rutan Muntok Gelar Razia di Seluruh Kamar Hunian Warga Binaan

Rutan Muntok menggelar razia besar-besaran di seluruh kamar hunian warga binaan pada Jumat 29 Mei 2026.

Diterbitkan 31 Mei 2026, 11:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bangka Barat - Rutan Muntok di Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung menggelar razia besar-besaran di seluruh kamar hunian warga binaan pada Jumat 29 Mei 2026.

Tidak bergerak sendiri, mereka menggandeng Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, TNI, dan Polri.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi deteksi dini yang diterapkan secara konsisten untuk mencegah potensi gangguan keamanan, sekaligus memperkuat sinergi taktis antar-aparat penegak hukum di wilayah Bangka Barat.

Kepala Rutan Kelas IIB Muntok Andry Ferli menegaskan, keterbukaan dan ketegasan adalah kunci utama dalam menjaga integritas institusi. Melalui razia ini, pihaknya ingin menjaga komitmen zero-tolerance terhadap barang-barang ilegal.

"Kami ingin menegaskan kepada publik bahwa Rutan Muntok berkomitmen bebas dari ponsel, narkoba, dan peredaran uang tunai," ujar Andry Ferli di sela-sela jalannya razia.

 

Bukan Hanya Agenda Rutin

Menurut Ferli, operasi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen penting dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Dari hasil penyisiran tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang terlarang seperti korek api, obat-obatan tanpa izin medis, pisau cukur, hingga tumpukan uang tunai senilai Rp250 ribu.

"Sinergi dengan TNI dan Polri ini adalah bukti bahwa kami serius menjaga marwah institusi," tegas Ferli.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Babel, Ade Agustina mengatakan, tim gabungan bergerak taktis menyisir satu per satu blok hunian setelah menggelar apel persiapan.

"Penggeledahan yang dilakukan secara cermat berhasil mengamankan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam instalasi rutan, termasuk korek api, obat-obatan tanpa resep resmi, pisau cukur, hingga tumpukan uang tunai," terang dia.

Ade Agustina menjelaskan, operasi bersama ini demi menjaga stabilitas nasional di lingkungan pemasyarakatan. Barang-barang yang disita tersebut dikategorikan berbahaya karena rawan disalahgunakan dan dapat memicu gesekan atau konflik antar-narapidana.

Ade Agustina yang memimpin jalannya apel persiapan, menjelaskan bahwa tim gabungan menyisir dengan teliti setiap sudut kamar hunian.

"Rutan Muntok ada program yang sedang berjalan bebas dari uang tunai dan Rutan Muntok telah bekerjasama dengan Bank BRI untuk menggunakan Brizi," pungkas dia.