Mengamuk Jelang Disembelih, Dua Kerbau Kurban Ditembak Polisi

Momentum sakral penyembelihan hewan kurban di Kabupaten Kudus sempat diwarnai ketegangan setelah sejumlah kerbau lepas kendali hingga polisi terpaksa melepaskan tembakan.

Diterbitkan 28 Mei 2026, 16:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Suasana khidmat perayaan Idul Adha di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, seketika berubah mencekam. Riuh takbir yang berkumandang di beberapa sudut desa mendadak berganti dengan teriakan peringatan dari warga. Penyebabnya, empat ekor kerbau kurban yang hendak disembelih justru berontak, memutuskan tali pengikat, dan berlari liar tanpa arah.

Dari empat laporan yang masuk ke pusat panggilan tanggap darurat, dua ekor kerbau terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh aparat kepolisian. Langkah ekstrem ini diambil lantaran amukan hewan bertubuh besar tersebut mulai mengancam keselamatan jiwa warga sekitar.

"Dua ekor kerbau terpaksa dilumpuhkan menggunakan timah panas karena berpotensi membahayakan warga," ujar Wakapolres Kudus, Kompol Rendi Johan Prasetyo, mengonfirmasi situasi darurat tersebut, Kamis (28/5/2026).

Ketegangan itu tersebar di beberapa titik terpisah, mulai dari kawasan Klaling dan Tanjungrejo di Kecamatan Jekulo, hingga Purwosari di Kecamatan Kota, dan kawasan Sempalan di Kecamatan Jati.

Sementara dua ekor kerbau masih bisa dijinakkan kembali oleh panitia, dua lainnya terpaksa dilumpuhkan polisi dengan tembakan atas permintaan langsung dari warga yang ketakutan.

 

Drama Pelarian di Jalan Lingkar Kudus

Salah satu insiden paling dramatis menimpa kerbau kurban milik Masjid Purwosari pada Rabu (27/5/2026) sore, sekitar pukul 16.30 WIB. Baru saja tiba di halaman masjid dengan mobil pikap, kerbau tersebut mendadak berontak saat hendak diturunkan. Sedikit kelengahan membuat tali pegangan terlepas dari genggaman panitia.

Dalam sekejap, hewan tersebut menjelma menjadi ancaman berjalan. Kerbau itu berlari kencang membelah jalanan desa, melewati Desa Pasuruan Lor dan Pasuruan Kidul, hingga merangsek masuk ke kawasan padat kendaraan di Jalan Lingkar Kudus.

"Kerbau berlari melewati sejumlah wilayah. Selain menyeruduk dua pengendara motor, satu panitia kurban juga mengalami luka lecet saat berupaya mengamankan hewan tersebut," ungkap Kapolsek Jati, AKP Hadi Noor Cahyo, menggambarkan situasi di lapangan.

Aksi kejar-kejaran bak film laga pun terjadi. Petugas gabungan bersama panitia terus membayangi langkah sang kerbau agar tidak masuk lebih dalam ke pemukiman warga.

Pelarian panjang itu akhirnya terhenti ketika kerbau tersebut menyelinap ke area semak-semak menuju Desa Goleng, Kecamatan Jati.

Melihat kondisi hewan yang semakin agresif dan sulit didekati, moncong senjata petugas akhirnya menyalak.

Setelah kondisinya melemah akibat terjangan timah panas, panitia bergegas mengikat dan langsung menyembelih kerbau tersebut di lokasi penemuan sekitar pukul 20.00 WIB, sebelum akhirnya dievakuasi kembali ke masjid.

 

Catatan Evaluasi untuk Tahun Depan

Pihak kepolisian menilai rentetan insiden ini merupakan kejadian luar biasa yang bersifat insidental, mengingat ada ratusan masjid dan mushalla di sembilan kecamatan di Kudus yang menggelar pemotongan hewan kurban secara serentak.

Meski demikian, Kompol Rendi Johan Prasetyo memberikan catatan khusus agar panitia kurban bisa lebih memperketat sistem pengamanan dan teknik pengikatan hewan di masa mendatang guna mengantisipasi risiko serupa.

"Kalau kami boleh memberi masukan, mungkin tahun depan panitia bisa lebih baik lagi dalam mempersiapkan proses pemotongan hewan kurban agar kejadian serupa tidak terulang," pungkasnya.