BNPP RI Tingkatkan Daya Saing Tenun Ikat di Wilayah Perbatasan

Kegiatan tersebut merupakan implementasi mandat Presiden RI sebagaimana tertuang dalam Asta Cita keenam.

Diterbitkan 14 April 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI mendorong kemandirian ekonomi masyarakat perbatasan melalui peningkatan kapasitas UMKM berbasis potensi lokal.

Salah satunya, dengan kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM bagi Pengusaha Mikro Sektor Tenun Ikat di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada 14-15 April 2026.

Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat (Asisten Deputi PKPD), BNPP RI, Brigjen TNI Topri Daeng Balaw, mewakili Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan, Irjen Pol. Edfrie R. Maith, menegaskan kegiatan tersebut merupakan implementasi mandat Presiden RI sebagaimana tertuang dalam Asta Cita keenam, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BNPP RI pada penguatan keterampilan teknis dan kreativitas perajin tenun ikat agar mampu menghasilkan produk mandiri yang bernilai tambah dan berdaya saing,” kata Topri, Selasa (14/4/2026).

Topri memastikan, pelatihan untuk meningkatkan keterampilan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan. Harapannya, meningkatkan kemampuan warga sehingga memiliki keahlian yang lebih unggul dan produknya semakin bernilai. Dia menjelaskan, materi pelatihan mencakup teknik pewarnaan alami dan penjemuran benang, pengembangan motif tenun khas Belu, hingga penjahitan produk turunan berbahan tenun seperti dompet.

“Melalui penguatan sektor tenun ikat, BNPP RI mendorong perajin agar lebih kreatif, meningkatkan kualitas kain, serta mengolahnya menjadi produk turunan seperti tas, dompet, dan pakaian. Pelatihan dua hari ini tidak berhenti di sini. BNPP RI akan mendorong pendampingan berkelanjutan hingga aspek pemasaran, agar produk benar-benar siap bersaing dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat perbatasan,” jelas jenderal bintang satu ini.

 

Penggerak Ekonomi Lokal

Sementara itu, Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, menilai inisiatif BNPP RI yang menjadikan PLBN sebagai pusat pengembangan kapasitas perajin tenun ikat tidak hanya sebagai simpul layanan lintas batas, tetapi juga penggerak ekonomi lokal.

“PLBN adalah beranda depan negara. Sesuai arahan BNPP RI, keberadaannya harus memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Ia berharap, penguatan SDM melalui pelatihan ini mampu mengangkat Tenun Ikat Belu tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai komoditas bisnis yang tangguh.

“Dengan SDM yang unggul, Tenun Ikat Belu diharapkan mampu menembus pasar perbatasan hingga Timor Leste,” dia menandasi.

Sebagai informasi, kegiatan pelatihan turut didukung kolaborasi lintas sektor dengan sejumlah mitra strategis, antara lain BAZNAS, Pertamina Foundation, Bank Rakyat Indonesia, serta Pemerintah Daerah setempat, sebagai upaya memperkuat ekosistem UMKM di wilayah perbatasan.

Diketahui, melalui peningkatan kapasitas SDM dan UMKM unggul berbasis potensi lokal, BNPP RI menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan perbatasan, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat dari pinggir.