Akal Bulus Pria Jadi-jadian Nikahi Gadis di Malang sampai Pakai Alat Kelamin Buatan

Kebohongan pria jadi-jadian terbongkar saat malam pertama usai menikah dengan gadis asal Malang, Jawa Timur.

Diterbitkan 09 April 2026, 13:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Erfastino Reynaldi Malawat, bukan nama sebenernya, menjadi perbincangan setelah menikahi gadis bernama Intan Anggraeni (29) di Malang. Bukan karena pernikahan mewah atau unik, tetapi karena modus penipuannya terbongkar.

Akal bulus perempuan yang mengaku pria ini terbongkar saat malam pertama. Intan mendapati suaminya yang ternyata sama-sama perempuan itu menggunakan alat kelamin buatan. Intan berteriak histeris, menangis sampai membuat keluarga gempar.

"Saya baru tahu saat malam pertama, ternyata wanita. Saya nangis ke orang tua," ungkap Intan, di Polresta Malang Kota, Rabu (8/4/2026).

Intan tak menyangka sosok baru saja sah menjadi pendamping hidupnya adalah perempuan. Dia memang tak pernah menaruh curiga pada Ray sejak pertama bertemu. Sampai akhirnya, Intan menerima pinangan Ray meski hanya menikah secara siri.

Perkenalan sejoli ini terjadi pada Februari 2026 saat bekerja di sebuah kafe di kawasan Kota Batu. Hubungannya berkembang cepat: Berpacaran pada 14 Februari dan menikah pada 3 April 2026.

Selama menjalin hubungan, pelaku mengaku berasal dari Jakarta dan bekerja sebagai konsultan. Kebohongan terkuak saat ternyata Intan mengetahui pelaku tinggal di Kota Batu.

Ray mengatakan keluarganya tak bisa menghadiri pernikahan. Dalihnya, ada keluarga yang meninggal. Maka di tanggal 3 April lalu, pernikahan itu hanya dihadiri Ray sebagai pihak mempelai laki-laki.

Keluarga Intan Lapor Polisi

Pengakuan Intan membuat keluarga berang. Mereka tak menyangka Intan dibohongi pria jadi-jadian. Saking kesalnya, keluarga Intan memutuskan melaporkan kasus penipuan ini ke Satreskrim Polresta Malang Kota pada Rabu (8/4/2026).

Keluarga Intan melaporkan Erfastino Reynaldi Malawat dengan dugaan pemalsuan identitas.

"Laporan sementara terkait pemalsuan dokumen yang digunakan untuk menikahi Intan. Dia mengaku pria tulen, setelah menikah baru diketahui ternyata dia adalah perempuan. Itu diketahui saat malam pertama," kata Eko NS, perwakilan keluarga Intan, kepada wartawan.

Pelaku Intimidasi Intan

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut.

"Laporan sudah kami terima. Saat ini kasus sedang kami dalami lebih lanjut," ujarnya.

Pasca identitas gender itu terungkap, Intan mengaku kerap diintimidasi pelaku melalui ponsel. Seperti ancaman dilaporkan polisi hingga penjemputan paksa. Bahkan pihak keluarga sempat melihat mobil mencurigakan di dekat rumah.

"Ancamannya, mau dilaporkan polisi, lalu juga bilang sudah suruh orang buat ambil aku," tandasnya.